Buat Tulisan
  • Login
  • Register
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop
No Result
View All Result
Bolongopi
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop
No Result
View All Result
Bolongopi
No Result
View All Result
Home Figur

Sutan Takdir Alisjahbana, Kontribusi dan Kontroversi

Oleh Maman S. Mahayana

Muhdi by Muhdi
31/05/2024
in Figur
405 26
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sutan Takdir Alisjahbana (STA) dalam sejarah kebudayaan Indonesia, kerap ditempatkan dalam perbincangan tentang polemik kebudayaan. Muncunya perbalahan yang berjudul “Menuju Masyarakat dan Kebudayaan Baru: Indonesia-Prae-Indonesia”. Dikatakan bahwa, sejarah Indonesia dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu zaman Pra-Indonesia dan Zaman Indonesia.

Zaman Pra-Indonesia dimasukannya sebagai zaman jahiliyah, zaman yang penduduknya masih berpikir provinsional, statis, dst. Sedangkan zaman Indonesia adalah zaman yang masyarakatnya sudah mulai berpikir tentang Indonesia, tentang perlunya persatuan Indonesia.

Lihat Juga

Sosialisasikan Empat Pilar, Arif Rahman Tekankan Intensitas Penguatan Pancasila di Masyarakat

07/05/2025

Kiai Marsudi Syuhud Apresiasi Pembatalan PPN 12%, Berikut Uraian Tanggapannya

09/01/2025

Ibarat pemisahan zaman prasejarah yang belum mengenal tulisan, dan zaman sejarah yang sudah mengenal tulisan, itulah yang terjadi pada sejarah Indonesia.

Oleh karena itu, zaman Indonesia sebenarnya tidak ada hubungan lagi dengan zaman Pra-Indonesia. Menurut STA, sejarah Indonesia dimulai pada abad ke-19, karena sebelum itu, belum ada pemikiran tentang Indonesia.

Banyak pandangan STA dalam esai itu yang memang kontroversial. Itulah sebabnya, esai STA ini mendapat cukup banyak kritikan. Setidak-tidaknya, tanggapan datang dari Sanusi Pane, Poerbatjaraka, Armijn Pane, Ki Hadjar Dewantara, dan tokoh-tokoh intelektual Indonesia waktu itu. Bahkan, Poerbatjaraka menyebut cara berpikir STA tentang sejarah Indonesia sebagai waringin sungsang, yaitu pohon beringin yang akarnya ke atas.

Perbelahan itu lalu meluas menjadi perdebatan pemikiran tentang kebudayaan Indonesia dan bagaimana bangsa Indonesia menyikapi kebudayaan masa lalu dalam berhadapan dengan kebudayaan baru.

Simpang siur pemikiran itu terjadi bukan dalam sebuah forum seminar atau diskusi publik, melainkan dalam esai-esai yang dimuat di berbagai media massa yang terbit saat itu. Achdiat Karta Mihardja lalu menghimpunya kembali dalam sebuah buku berjudul polemik kebudayaan yang terbit tahun 1948. Jadilah perbelahan yang terjadi pertengahan dasawarsa 1930-an itu hingga kini disebut sebagai polemik kebudayaan.

Sesungguhnya, kontroversi STA tidak cuma menyangkut gagasan tentang kebudayaan Indonesia, melainkan juga pandangannya tentang sejumlah konsep kesusastraan dan bahasa Indonesia. Tetapi dengan begitu, pengaruh STA berdampak begitu luas. Bahkan, sampai sekarang warisan pemikirannya masih dapat ditemukan dalam bidang pendidikan, kesusastraan, bahasa, dan kebudayaan Indonesia secara keseluruhan.

Tags: kebudayaankontroversipolemik kebudayaansutan takdir alisjahbana
Next Post

#Diskusi: Protes Kebijakan Pemimpin

Hashim Djojohadikusumo Ambil Bagian Pembangunan PLTA Kayan di Kaltara

Discussion about this post

https://sociabuzz.com/bolongopi https://sociabuzz.com/bolongopi https://sociabuzz.com/bolongopi
ADVERTISEMENT

Rekomendasi

Sambut Idul Adha, PLN EPI Pastikan Pasokan Energi Aman

15/06/2024

Eksploitasi Alam Secara Berlebihan

09/06/2024

Populer Sepekan

  • Sutan Takdir Alisjahbana, Kontribusi dan Kontroversi

    597 shares
    Share 239 Tweet 149
  • Angling Dharma dan Dialog dengan Zaman: Ketika Kebijaksanaan Kalah oleh Kebohongan

    591 shares
    Share 236 Tweet 148
  • PMII Jakarta Barat Kecam Aksi Brutal Aparat Kepolisian: Bukan Pengayom, Tapi Penindas Rakyat Demi Pejabat!

    598 shares
    Share 239 Tweet 150

Sosial Media BoloNgopi

  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Warkop

© 2024 Ruang Kreasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop

© 2024 Ruang Kreasi Nusantara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In