Buat Tulisan
  • Login
  • Register
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop
No Result
View All Result
Bolongopi
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop
No Result
View All Result
Bolongopi
No Result
View All Result
Home Figur

Rapat Kerja Komis IV dengan KKP, Arif Rahman Soroti Sistem Pelelangan, Subsidi BBM yang Tidak Tepat Sasaran Hingga Kenaikan Pagu Anggaran

dhea okta by dhea okta
06/11/2024
in Figur, Nasional, Warta
404 21
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

JAKARTA, Komisi IV DPR RI menggelar rapat kerja bersam Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Rapat kerja tersebut merupakan agenda perkenalan sekaligus penjelasan rencana program kerja prioritas untuk tahun 2025.

Lihat Juga

Ketua Kopri DKI Jakarta Geram, Demonstrasi Berakhir dengan Duka, Nyawa Rakyat Tak Tergantikan dengan Permintaan Maaf

30/08/2025

PMII Jakarta Barat Menggugat : Pejabat Berulah, Polisi Gelisah. Bukan Lagi Sebagai Pengayom, Tetapi Penindas Rakyat Demi Pejabat

29/08/2025

Dalam agenda rapat tersebut, anggora DPR RI Fraksi Nasdem, Arif Rahman menekankan bahwa Kementrian Kelautan dan Perikanan harus memperhatikan tentang sistem pelelangan hasil tangkapan nelayan di setiap daerah.

Menurutnya, sistem pelelangan yang ada untuk saat ini dirasa kurang efektif untuk membantu perekonomian masyarakat ditingkat menengah ke bawah.

“Ketika kita berbicara tentang pelelangan saja, ini luar biasa sangat bermasalah. Para nelayan kita ini mencari ikan ke laut selama 2-3 hari, lalu mereka pulang dengan harapan ingin mendapatkan uang cash untuk hidup dia, tapi ternyata di pelelangan ini dihutangi,” ungkap Arif menjelaskan, Rabu (6/11/24).

“Dengan begitu, pada akhirnya banyak sekali nelayan-nelayan kecil ini tidak menjual hasil tangkapannya ke pelelangan,” imbuhnya.

Arif menekankan agar KKP lebih memperhatikan sistem pelelangan ikan di setiap wilayah, sehingga sistem pelelangan tersebut dapat berjalan dengan baik dan menguntungkan nelayan.

Lebih lanjut dia juga mengatakan bahwa kebijakan KKP harus dipertegas bagaimana agar nelayan kita ini tetap bisa melaut dan bisa mendapatkan nafkah untuk dirinya.

Tidak hanya itu, dalam rapat kerja tersebut Arif juga menyoroti banyaknya keluhan dari nelayan terkait harga BBM. Dia menyebut, kontrol dari KKP lebih diperketat trkait penggunaan BBM Ssubsidi bagi pelayan, karena banyak sekali nelayan-nelayan yang kaya membeli BBM yang bersubsidi.
Menurutnya KKP harus bekerjasama dengan BPH Migas dan lembaga terkait untuk membantu sentral-sentral minyak BBM, karena saat ini nelayan di Indonesia banyak sekali yang kesulitan.

“Terlebih juga terkait edukasi dari KKP ini tidak sampai pada tingkat kabupaten, karena kebijakan-kebijakannya ini berbeda, dari tingkat kabupaten berbeda, provinsi berbeda, dan di KKP pusatnya juga berbeda. Tentu ini harus ada sinkronisasi agar nelayan-nelayan ini paham edukasinya,” ungkapnya.

“Karena ketika nelayan-nelayan kita ini ingin membeli BBM, tapi dia tidak punya izin kapal, izin nelayan atau izin perahu, itu tidak bisa. Ini sangat perlu untuk diedikasi oleh KKP,” jelasnya menambahkan.

Arif juga menginginkan agar KKP memperketat kontrol terhadap pemain-pemain minyak, menurutnya ada beberapa sektor swasta yang menjual minyak subsidi ke pengusaha-pengusah atau nelayan-nelayan yang kaya, hal ini tentunya harus segera ditindak.

Selanjutnya, Arif menyebutkan bahwa kebutuhan kapal patroli juga menjadi kebutuhan berikutnya yang harus diprioritaskan.

“Menurut saya, terkait kebutuhan kapal patroli ini harus kita prioritaskan juga, karena kita kalau kejar-kejaran dengan kapal nelayan malaysia atau thailand aja kalah. Bagaimana kita mau menangkap kepal-kapal yang berlayar bebas ke perairan kita,” tuturnya.

Untuk itu, anggota Fraksi Nasdem tersebut mendukung kenaikan pagu anggaran Kementrian Kelautan dan Perikanan. Karena menurutnya ini merupakan salah satu hal yang penting.

Selain itu, mengingat negara Indonesia adalah negara maritim yang menjadikan sektor pertanian sebagai sektor prioritas, maka KKP juga harus menjadi sektor prioritas untuk negara ini.

(Dhea Oktaviana)

Tags: #Arifrahman#DPR#kkp
Next Post

Despotisme Modern dalam Pemilukada: Wajah Baru dari Feodalisme Berbungkus Demokrasi

Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Bojonegoro: Membangun Kerukunan dan Kesatuan Bangsa

Discussion about this post

https://sociabuzz.com/bolongopi https://sociabuzz.com/bolongopi https://sociabuzz.com/bolongopi
ADVERTISEMENT

Rekomendasi

Ngakak! Anies Baswedan Diminta Warganet untuk Cek Khodam

21/06/2024

Belajar dari Gus Dur: Hidup Tak Perlu Mewah Seperti di Film

11/06/2024

Populer Sepekan

  • Cinta yang Terkubur di Antara Kritik dan Lucu

    586 shares
    Share 234 Tweet 147
  • Pendidikan Kreatif Ala Gus Baha

    586 shares
    Share 234 Tweet 147
  • Beginilah Kondisi Cah Gen Z di Singapura

    593 shares
    Share 237 Tweet 148
  • 9,9 Juta Gen Z Nganggur, Tenaga Kerja Potensial Tak Terberdayakan

    585 shares
    Share 234 Tweet 146
  • HP Jadul Kini Jadi Incaran Gen Z

    586 shares
    Share 234 Tweet 147

Sosial Media BoloNgopi

  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Warkop

© 2024 Ruang Kreasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop

© 2024 Ruang Kreasi Nusantara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In