Buat Tulisan
  • Login
  • Register
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop
No Result
View All Result
Bolongopi
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop
No Result
View All Result
Bolongopi
No Result
View All Result
Home Warta Daerah

Rame Anak Jokowi dan Ponakan Prabowo Maju Pilkada DKI, Pengamat: Jika Kompeten, Why Not!

Menurutnya, kecenderungan untuk mendahulukan orang terdekat merupakan

Muhdi by Muhdi
31/05/2024
in Daerah, Warta
399 25
0
Share on FacebookShare on Twitter

Beredar kabar Budisatrio Djiwandono dan Kaesang Pangarep bakal maju di Pilkada DKI Jakarta sedang ramai diperbincangkan. Hal tersebut terjadi usai aktor Raffi Ahmad mengunggah poster keponakan Prabowo Subianto dan anak Presiden Joko Widodo di akun instagramnya.

Pengamat sosial dan politik anak muda, Abdurrahman Hamas Nahdly, bicara mengenai isu tersebut. Menurutnya, keberadaan anak dan keponakan petinggi maju di kontes politik pasti ada di manapun. Ia menganggap, keadaan tersebut sudah menjadi human nature.

Lihat Juga

Ketua Kopri DKI Jakarta Geram, Demonstrasi Berakhir dengan Duka, Nyawa Rakyat Tak Tergantikan dengan Permintaan Maaf

30/08/2025

PMII Jakarta Barat Menggugat : Pejabat Berulah, Polisi Gelisah. Bukan Lagi Sebagai Pengayom, Tetapi Penindas Rakyat Demi Pejabat

29/08/2025

“Ini sebetulnya isu yang pasti ada di manapun, di negara manapun dan di kelompok sosial manapun. Karena keadaan ini dianggap menjadi human nature. Ada kecenderungan setiap individu akan mendahulukan orang lebih dikenalnya, baik itu anaknya, sepupunya atau keponakannya,” ujar Hamas kepada bolongopi.com (30/05).

Menurutnya, kecenderungan untuk mendahulukan orang terdekat merupakan hal yang lumrah jika sifatnya akses informasi.

“Sebetulnya kalau itu sifatnya adalah akses informasi, bagi saya fine-fine saja.” kata Hamas.

Hamas menambahkan, “Kalau menganggap ada orang di sekitar yang kompeten sesuai dengan apa yang dibutuhkan, why not!”

Namun, Hamas menghimbau agar tidak terjadinya proses kolusi yakni memaksakan kehendak diluar kualifikasi yang tidak memenuhi.

“Yang jadi masalah adalah, adanya proses kolusi yang dilakukan dengan mendobrak standar-standar yang ada. Jadi yang seharusnya tidak layak atau kualifikasi tidak memenuhi tapi dapaksakan masuk.” tutup Hamas.

Tags: cagub dkihamas nahdlykaesang budisatriopilkada dkipolitik dinasti
Next Post

Kejar Akurasi, Pertamina Komitmen Terapkan Pengawasan dan Uji Sampel di SPBE secara Berkala di Jawa Tengah

Awal Mula Tari Bedaya

Discussion about this post

https://sociabuzz.com/bolongopi https://sociabuzz.com/bolongopi https://sociabuzz.com/bolongopi
ADVERTISEMENT

Rekomendasi

Kepala Bakesbangpol Bojonegoro Mewakili PJ Bupati, Bersama Santri Awasi Pelaksanaan Pemilukada Bojonegoro 2024

31/10/2024

Gaji Buruh Dipotong untuk Tapera, Cuitan Soleh Solihun Ini Masuk Akal

28/05/2024

Populer Sepekan

  • Sutan Takdir Alisjahbana, Kontribusi dan Kontroversi

    597 shares
    Share 239 Tweet 149
  • Angling Dharma dan Dialog dengan Zaman: Ketika Kebijaksanaan Kalah oleh Kebohongan

    591 shares
    Share 236 Tweet 148
  • PMII Jakarta Barat Kecam Aksi Brutal Aparat Kepolisian: Bukan Pengayom, Tapi Penindas Rakyat Demi Pejabat!

    598 shares
    Share 239 Tweet 150

Sosial Media BoloNgopi

  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Warkop

© 2024 Ruang Kreasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop

© 2024 Ruang Kreasi Nusantara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In