Buat Tulisan
  • Login
  • Register
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop
No Result
View All Result
Bolongopi
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop
No Result
View All Result
Bolongopi
No Result
View All Result
Home Entitas

Pendidikan Kreatif Ala Gus Baha

Muhdi by Muhdi
16/07/2024
in Entitas, Figur
402 21
0
Share on FacebookShare on Twitter

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau masyhur dikenal Gus Baha seorang ulama ternama, memiliki pandangan unik tentang pelaksanaan kewajiban sholat berjamaah di pondok pesantrennya. Percaya atau tidak, jika Gus Baha tidak mewajibkan santri yang ada di pondok pesantren yang diasuhnya tidak diwajibkan untuk menjalankan ibadah sholat wajib secara berjamaah.

Pengakuan Gus Baha ini salah satunya diunggah di laman Youtube kanal @ngajigusbaha. Seperti diketahui sholat fardhu berjamaah lebih Utama daripada dikerjakan sendirian. Meski tak diwajibkan, namun hampir seluruh santrinya yang mondok di Narukan Rembang tersebut tetap menjalankan ibadah sholat berjamaah.

Lihat Juga

Sosialisasikan Empat Pilar, Arif Rahman Tekankan Intensitas Penguatan Pancasila di Masyarakat

07/05/2025

Polemik Rencana Pemanfaatan 20 Juta Hektare Hutan Cadangan: Antara Kepentingan Pangan dan Ancaman Deforestasi

13/01/2025

“Pondok saya itu tidak saya wajibkan berjamaah, tapi alhamdulillah hampir semua jamaah, karena saya sering menteror mereka secara ilmu,” jelas Gus Baha

Trik unik yang digunakan oleh Gus Baha ini sangat berhasil dalam membangkitkan minat sholat berjamaah para santri. Dengan menteror secara ilmu, Gus Baha berhasil menjadikan para santri sadar diri.

Alhasil, tanpa adanya paksaan dari pengurus pondok, para santri berbondong-bondong ke masjid ketika waktu sholat tiba.

Adapun teror secara ilmu yang dimaksud oleh Gus Baha adalah dengan membandingkan dan mengumpamakan situasi tertentu. Misalnya, Gus Baha menggambarkan bagaimana para santri yang akan sowan (menghadap) kepada kiai biasanya tidak berani melakukannya sendirian. Mereka selalu meminta tolong kepada teman untuk menemani. Gus Baha memanfaatkan situasi ini untuk mengajarkan pentingnya sholat berjamaah.

“Kalau kamu sowan Mbah Moen saja sendiri ndak berani, masa mau sowan pengeran kok sendirian? Gaya sekali kamu?” tegas Gus Baha.

Dengan analogi ini, Gus Baha menekankan bahwa jika bertemu kiai saja butuh ditemani, apalagi menghadap Allah SWT.

Hal ini menjadi trik khusus Gus Baha untuk para santrinya agar melaksanakan sholat berjamaah tanpa ada paksaan. Melalui pendekatan ini, Gus Baha berhasil membuat para santri merasa perlu untuk berjamaah karena memahami esensi dari kebersamaan dalam beribadah.

Pengajaran Gus Baha ini tidak hanya terbatas pada santrinya. Ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih menghargai kebersamaan dalam beribadah.

Seringkali, kita membutuhkan dukungan orang lain dalam berbagai situasi, termasuk ketika menghadap atasan atau orang penting.

Maka, jelaslah bahwa menghadap Allah SWT sepantasnya dilakukan juga tidak sendirian melainkan berjamaah.

Gus Baha mengingatkan bahwa kebersamaan dalam beribadah membawa kekuatan dan kekhusyukan yang lebih dalam. Ini adalah bentuk penghormatan kepada Allah SWT yang di atas segala-galanya.

Dari pembelajaran Gus Baha kepada para santrinya, kita bisa meniru cara pandang ini dalam kehidupan sehari-hari. Kebersamaan dalam ibadah bukan hanya meningkatkan semangat beribadah, tetapi juga membawa keberkahan yang lebih besar.

Pengajaran ini juga menekankan bahwa tidak ada paksaan dalam beribadah. Dengan pendekatan yang tepat, seperti yang dilakukan oleh Gus Baha, kita bisa mengajak orang lain untuk beribadah dengan kesadaran dan kerelaan hati.

Selain itu, Gus Baha menunjukkan bahwa pendidikan agama bisa dilakukan dengan cara yang kreatif dan efektif. Pendekatan yang digunakan oleh Gus Baha ini dapat diterapkan oleh para pendidik agama lainnya untuk mendorong para santri atau jamaah mereka.

Gus Baha juga mencontohkan bahwa setiap tindakan kita dalam beribadah seharusnya didasari oleh niat yang tulus dan pemahaman yang mendalam. Dengan cara ini, ibadah yang kita lakukan akan memiliki makna yang lebih dalam dan berkesan.

Tags: bahaaudin nursalimgus bahapendidikan agama
Next Post

Kunjungan ke Luar Negeri Hanya “Memberi Makan” Gengsi

HP Jadul Kini Jadi Incaran Gen Z

Discussion about this post

https://sociabuzz.com/bolongopi https://sociabuzz.com/bolongopi https://sociabuzz.com/bolongopi
ADVERTISEMENT

Rekomendasi

Haryanto: Sudah Saatnya Pandeglang Dipimpin Aap Aptadi

17/10/2024

Aap Aptadi Maju Sebagai Calon Bupati Pandeglang 2024-2029, Usung Visi Pandeglang Berkeadilan

14/09/2024

Populer Sepekan

  • Sutan Takdir Alisjahbana, Kontribusi dan Kontroversi

    597 shares
    Share 239 Tweet 149
  • Angling Dharma dan Dialog dengan Zaman: Ketika Kebijaksanaan Kalah oleh Kebohongan

    591 shares
    Share 236 Tweet 148
  • PMII Jakarta Barat Kecam Aksi Brutal Aparat Kepolisian: Bukan Pengayom, Tapi Penindas Rakyat Demi Pejabat!

    598 shares
    Share 239 Tweet 150

Sosial Media BoloNgopi

  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Warkop

© 2024 Ruang Kreasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop

© 2024 Ruang Kreasi Nusantara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In