Buat Tulisan
  • Login
  • Register
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop
No Result
View All Result
Bolongopi
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop
No Result
View All Result
Bolongopi
No Result
View All Result
Home Figur

Ketum PB PMII: Momentum Muspimnas Diharapkan Mampu Respons Tantangan Zaman

dhea okta by dhea okta
23/05/2024
in Figur
421 8
0
Share on FacebookShare on Twitter

Lihat Juga

Sosialisasikan Empat Pilar, Arif Rahman Tekankan Intensitas Penguatan Pancasila di Masyarakat

07/05/2025

Kiai Marsudi Syuhud Apresiasi Pembatalan PPN 12%, Berikut Uraian Tanggapannya

09/01/2025

Tulungagung – PB PMII – Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) resmi dibuka Ketua Mabinas, Dr (HC) H Abdul Muhaimin Iskandar MSi, Kamis (17/11/2022).

Muspimnas yang digelar di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Jawa Timur ini mengusung tema Tranformasi Organisasi Menuju Peradaban Nusantara. Melalui tema besar ini, kader PMII diharapkan mampu merespons tantangan perkembangan zaman.

Ketua Umum PB PMII, Muhammad Abdullah Syukri dalam sambutannya menyampaikan, Muspimnas merupakan konferensi tertinggi kedua setelah Kongres. Dia berharap, momentum ini kader-kader PMII se-Indonesia bisa memberikan gagasan terbaik untuk menghasilkan peraturan organisasi (PO) sebagai aturan turunan AD/ART.

Dia pun berharap, PO yang disahkan selaras dengan kebutuhan organisasi. Proses penyusunan PO Muspimnas PMII ini, ada aturan yang ditambah, disesuaikan dan dikurangi. Semua itu demi kebutuhan aturan organisasi yang sesuai dengan tantangan perkembangan ini.

“Nanti akan kita bahas utamanya adalah kaderisasi dan penataan organisasi,” katanya.

Pria akrab disapa Gus Abe ini menjelaskan, PMII mengalami perubahan arah gerakan di setiap dekade perjalanan bangsa ini. Dimulai tahun 1960, tahun dimana PMII dilahirkan.

Pada dekade 70 hingga 80-an ketika Orde Lama menguat. PMII turut berperan mengantarkan Indonesia ke era Orde Baru. Kemudian, pada dekade 90-an ketika Orde Baru menguat, PMII berperan besar menghantarkan bangsa ini ke pintu gerbang Reformasi.

“Kemudian, beralih pada tahun 2000-an, saat itu kita transisi demokrasi, yang biasa tertutup, tahun 2000an semuanya terbuka. Lalu kemudian, apa yang dirumuskan PMII saat ini tentu harus berbeda, respons zaman saat ini harus berbeda dengan tahun-tahun yang saya sebutkan,” tuturnya.

Alumnus Magister Development and Governance, Institute of Political Science University of Duisburg-Essen, Jerman ini menyatakan, tantangan kader-kader PMII saat ini berbeda dengan kader PMII di era-era sebelumnya.

Dia menyebutkan, tantangan terbesar hari ini adalah kader PMII dihadapkan dengan ancaman krisis pangan, ancaman kepada perdamaian dunia, perubahan iklim, bonus demografi, perkembangan dan percepatan teknologi. Menurutnya, tantangan tersebut merupakan situasi-situasi yang jauh berbeda dengan PMII pada 20 hingga 30 tahun lalu.

“Untuk itu saya berharap formulasi kaderisasi dan nanti kita akan membahas paradigma PMII yang akan kita kontekstualisasi ulang karena itu sudah ditulis sekitar 20 hingga 30 tahun lalu,”

Sebagai kader ideologis baik secara keislaman dan kebangsaan, kader PMII diharapkan mampu menjawab perkembangan zaman dan profesi-profesi spesifik. Sehingga bisa menjadi kader pergerakan mahasiswa Islam Indonesia yang paripurna.

“Semoga kita bisa menjawab dan membahas itu dalam Muspimnas PMII. Karena ketika kita tidak membahasnya sekarang, kita harus menunggu dua sampai tiga tahun lagi menunggu Kongres dan menunggu Muspimnas,” tambahnya.

Gus Abe mengakui, telah menginstruksikan harus menjawab tantangan tersebut sekarang. Maka seluruh rayon, komisariat hingga cabang untuk membawa gagasan masing-masing. Tidak lain bertujuan untuk mengembangkan organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia ini.

“Harapannya memperbaiki dan mengembangkan organisasi kita bersama. Selain itu juga merespon isu eksternal pada hari ini,” imbuhnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kabupaten Tulungagung Maryoto Birowo, Rektor UIN SATU Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag., Ketua Umum PB PMII masa khidmat 2021-2024 Muhammad Abdullah Syukri, Majlis Pembina Nasional PB PMII Abdul Muhaimin Iskandar, dan Wakil Menteri Agama RI H. Zainut Tauhid Sa’adi.

Next Post

Wamenag Ingatkan PMII Terkait Pentingnya Penguatan Moderasi Beragama

Bicara Kepemimpinan, Emil Dardak Optimis PMII Jadi Gerakan Intelektual

Discussion about this post

https://sociabuzz.com/bolongopi https://sociabuzz.com/bolongopi https://sociabuzz.com/bolongopi
ADVERTISEMENT

Rekomendasi

Ketika Bucin Sudah Tidak Sejalan: Mengelola Perasaan dan Menjaga Keseimbangan Diri

10/01/2025

Gen Z Jadi Pendorong Protes Akibat Pajak Kontroversial

23/06/2024

Populer Sepekan

  • Sutan Takdir Alisjahbana, Kontribusi dan Kontroversi

    597 shares
    Share 239 Tweet 149
  • Angling Dharma dan Dialog dengan Zaman: Ketika Kebijaksanaan Kalah oleh Kebohongan

    591 shares
    Share 236 Tweet 148
  • PMII Jakarta Barat Kecam Aksi Brutal Aparat Kepolisian: Bukan Pengayom, Tapi Penindas Rakyat Demi Pejabat!

    598 shares
    Share 239 Tweet 150

Sosial Media BoloNgopi

  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Warkop

© 2024 Ruang Kreasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop

© 2024 Ruang Kreasi Nusantara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In