Buat Tulisan
  • Login
  • Register
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop
No Result
View All Result
Bolongopi
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop
No Result
View All Result
Bolongopi
No Result
View All Result
Home Entitas

Di Saat Buruh di Indonesia Protes Tapera, Elon Musk: AI Bakal Ambil Alih Semua Pekerjaan Manusia

Kekhawatiran juga terus meningkat tentang bagaimana berbagai industri dan pekerjaan akan berubah

Muhdi by Muhdi
28/05/2024
in Entitas
418 5
0
Share on FacebookShare on Twitter

Banyak warga Indonesia khususnya buruh, protes terkait kabar soal pemerintah yang akan memangkas 2,5% dari gaji untuk Tapera. Gaji buruh dipotong sebesar 2,5% serta 0,5% dari pemberi kerja. Hal ini merupakan kebijakan baru pemerintah untuk kepemilikan rumah.

Awalnya, pemerintah melalui BP Tapera resmi menerapkan kebijakan kewajiban potongan iuran Tapera ini untuk semua pekerja.

Lihat Juga

Polemik Rencana Pemanfaatan 20 Juta Hektare Hutan Cadangan: Antara Kepentingan Pangan dan Ancaman Deforestasi

13/01/2025

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Disorot: Rencana Pengalihan 20 Juta Hektar Lahan Hutan Dinilai Berisiko

11/01/2025

Disaat terjadinya pro dan kontra tersebut, miliader sekaligus pemilik Tesla dan SpaceX Elon Musk meyakini pada masa depan semua pekerjaan manusia bakal diambil alih oleh kecerdasan buatan (AI). Namun begitu, ia menilai hal tersebut bukan suatu yang buruk.

“Mungkin tidak ada satupun dari kita yang akan memiliki pekerjaan,” kata Musk saat bicara mengenai AI dalam sebuah konferensi teknologi pada Kamis (23/5).

Saat bicara dari jarak jauh melalui sebuah webcam di VivaTech 2024 yang digelar di Paris, Musk menggambarkan pekerjaan bakal menjadi “pilihan” bagi manusia di masa depan.

“Jika Anda ingin melakukan pekerjaan yang mirip dengan hobi, Anda dapat melakukan pekerjaan,” kata Musk

“Namun jika tidak, AI dan robot akan menyediakan barang dan jasa apa pun yang Anda inginkan,” lanjut dia.

Menurut Musk agar skenario ini berhasil perlu ada universal high income atau pendapatan tinggi universal. Sederhananya, pendapatan tinggi universal adalah pendapatan dasar universal yang cukup tinggi untuk dianggap “tinggi”.

Sementara, pendapatan dasar universal atau universal basic income (UBI) bukanlah pendapatan universal yang rendah. UBI mengacu pada pemerintah yang memberikan sejumlah uang kepada semua orang tanpa memandang berapa banyak penghasilan mereka.

“Tidak akan ada kekurangan barang atau jasa,” ujarnya.

Kemampuan AI telah melonjak selama beberapa tahun terakhir, cukup cepat sehingga regulator, perusahaan, dan konsumen masih mencari cara untuk menggunakan teknologi ini secara bertanggung jawab.

Kekhawatiran juga terus meningkat tentang bagaimana berbagai industri dan pekerjaan akan berubah seiring dengan berkembangnya AI di pasaran.

Pada bulan Januari, para peneliti di Lab Ilmu Komputer dan Kecerdasan Buatan MIT menemukan tempat kerja mengadopsi AI jauh lebih lambat daripada yang diperkirakan dan dikhawatirkan oleh beberapa pihak. Laporan tersebut juga mengatakan sebagian besar pekerjaan yang sebelumnya diidentifikasi sebagai pekerjaan yang rentan terhadap AI tidak menguntungkan secara ekonomi bagi pemberi kerja untuk diotomatisasi pada saat itu.

Para ahli juga sebagian besar percaya banyak pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan emosional yang tinggi dan interaksi manusia tidak perlu diganti, seperti profesional kesehatan mental, pekerja kreatif, dan guru.

Musk telah blak-blakan tentang kekhawatirannya mengenai AI. Selama pidato utama pada hari Kamis, ia menyebut teknologi sebagai ketakutan terbesarnya.

Dia mengutip buku “Seri Budaya” karya Iain Banks, sebuah pandangan fiksi utopis tentang masyarakat yang dijalankan oleh teknologi canggih, sebagai yang paling realistis dan “gambaran terbaik tentang AI di masa depan.”

Namun, di masa depan tanpa pekerjaan, Musk mempertanyakan apakah orang-orang akan merasa puas secara emosional.

“Pertanyaannya adalah tentang makna – jika komputer dan robot bisa melakukan segalanya lebih baik daripada Anda, apakah hidup Anda memiliki makna?” katanya.

“Saya pikir mungkin masih ada peran manusia dalam hal ini – karena kita dapat memberikan makna pada AI,” pungkas dia.

Tags: Buruhelon muskkaryawankecerdasan buatanpekerjaantapera
Next Post

Djamaludin Ancok, Humor Sebagai Alat Kontrol Sosial

Elnusa Raih "Best Sukuk Syariah" pada Economic Syariah Award 2024

Discussion about this post

https://sociabuzz.com/bolongopi https://sociabuzz.com/bolongopi https://sociabuzz.com/bolongopi
ADVERTISEMENT

Rekomendasi

Angling Dharma dan Dialog dengan Zaman: Ketika Kebijaksanaan Kalah oleh Kebohongan

08/10/2024

Perbandingan Konsep Negara Menurut Pandangan Ilmu Barat versus Ilmuwan Muslim

09/12/2024

Populer Sepekan

  • Sutan Takdir Alisjahbana, Kontribusi dan Kontroversi

    597 shares
    Share 239 Tweet 149
  • Angling Dharma dan Dialog dengan Zaman: Ketika Kebijaksanaan Kalah oleh Kebohongan

    591 shares
    Share 236 Tweet 148
  • PMII Jakarta Barat Kecam Aksi Brutal Aparat Kepolisian: Bukan Pengayom, Tapi Penindas Rakyat Demi Pejabat!

    598 shares
    Share 239 Tweet 150

Sosial Media BoloNgopi

  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Warkop

© 2024 Ruang Kreasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Entitas
  • Ngedabrus
  • Warta
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Sastra
  • Figur
  • Tukar Pikiran
  • Warkop

© 2024 Ruang Kreasi Nusantara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In