YANG BELUM KITA PAHAMI TENTANG PATAH HATI

YANG BELUM KITA PAHAMI TENTANG PATAH HATI

Jatuh cinta mungkin satu-satunya jatuh di bumi yang tidak dipengaruhi gravitasi. Kenapa ketika jatuh cinta rasanya dunia penuh Pelangi harum wangi bunga dan cuitan burung dimana-mana. Namun kenyataan tak seindah harapan, ada rasa sesak yang perlahan muncul di dada. Bicara soal sakit sebenarnya apa yang terjadi dan bagaimana tubuh kita merespon rasa patah hati dan kenapa sakitnya selalu disini?

Sebelum membahas hal tersebut kita perlu paham jika cinta itu bisa ada karna adanya berbagai bahan kimia yang ada di otak yang membuat kita bisa merasakan jatuh cinta. Nah, jatuh cinta membuat kita kecanduan dan candu itu Ketika diputus rasanya bakal sakit. Disitu area otak yang dinamakan Anterior Cingulate Cortex ini jadi aktif dan membuat kita jadi tidak tenang. Itu karena area otak tersebut bagian yang aktif setiap kali kita merasakan sakit dari luka atau cidera. Namun kenapa kita sering menyebutnya sakit hati?

Ini terjadi karena ada konflik di tubuh kita. Sistem saraf yang membuat jantung kita berdetak lebih cepat dan melambat aktif secara bersamaan. Ibarat kita menginjak pedal gas dan rem secara bebarengan. Hal ini yang bisa memuncul rasa sakit di dada dan inilah yang bisa kita sebut sebagai sakit hati.

Jika kita mengalami patah hati yang berlebihan, bisa membuat kita stress sehingga bisa membuat kita seperti sakit jantung beneran. Ini karena waktu stress tubuh kita menghasilkan hormon yang jumlahnya terlalu banyak dan jantung kita juga yang terkena dampak. Bahkan itu bisa terjadi kepada orang yang belum pernah memiliki Riwayat penyakit jantung sebelumnya. Depersi karena stress berasal dari orang yang kita sayang, namun hati yang lara dan derita itu naluri alami manusia dan tidak perlu malu untuk mengakui jika kita tidak sedang dalam kondisi baik-baik saja.

Perasaan patah hati itu timbul dari proses evolusi manusia berjuta-juta tahun yang lalu. Bayangin saja, waktu zaman dulu kala manusia hidup di alam terbuka dan banyak binatang buas yang mengintai. Nenek moyang kita hidup bersama itu memudahkan untuk bertahan hidup. Karena pada waktu itu manusia akan tangguh jika Bersatu dan lemah jika berpisah baik dalam mencari makan atau waktu membesarkan anak. Kesendirian atau dikucilkan dari kelompok artinya membuat peluang bertahan hidup semakin menipis. Makanya sakit hati yang kita rasakan setelah ditinggal sendiri itu sebetulnya menjadi pengingat untuk kita bertahan Bersama orang-orang terdekat kita.

Mungkin patah hati karena putus cinta membuat kita pesimis dengan segalanya, namun perlu kita ingat untuk selalu menyimpan secuil cinta di hati kita yang masih menjadi misteri meski tidak pernah tau jawabannya. Banyak kisah dimana cinta menyelematkan kita dari kejahatan membuat kita rela mengorbankan apa yang kita suka demi orang lain atau membuat kita kerja keras untuk melakukan hal susah dan berbahaya demi apa yang kita cinta. Thnks