Usai dilantik PCNU Jakarta Barat Gelar MKNU

Usai dilantik PCNU Jakarta Barat Gelar MKNU
KH. Marsudi Syuhud saat membuka MKNU yang di selenggarakan di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah.

Setelah dilantik PCNU Jakarta Barat pada (20/12)  langsung menggelar MKNU yang di selenggarakan di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta, (21/12).

kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari kedepan, yang diikuti delapan puluh tujuh peserta dari berbagai tingkatan pengurus NU di Jakarta Barat.

Ketua Tanfidziyah PCNU Jakarta Barat, H Agus Salim mengatakan, selama dua hari ke depan delapan puluh tujuh peserta ini akan diberikan materi ke NU-an diakhiri prosesi pembaiatan pada Minggu malam nanti. 

“Tujuan diadakannya MKNU untuk mengenal dekat kembali NU, mempererat silaturahmi sesama pengurus Nahdlatul Ulama kabupaten subang. Salah satu kesepakatan Kader yang sudah disepakati diantaranya Kader structural, Kader keulamaan, Kader penggerak, Kader fungsional dan Kader Profesional. Tujuanya yaitu di sepekati Lima Kader tersebut untuk menyapakati visi Dan misi Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Menurutnya, dua hal penting dalam menjaga amanat keagamaan yang perlu dipegang teguh, yakni tawasut dan tasamuh. Tawasut berarti moderat, beradi di posisi tengah. Artinya, NU tidak radikal dan tidak liberal. Pun tidak tekstual atau hanya mengandalkan akal.

MKNU kali ini di buka langsung oleh KH Marsudi Syuhud ketua PBNU sekaligus pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, mengawali pembukaan ini, KH Marsudi Syuhud mengatakan. Menjadi Pengurus Nahdlatul Ulama itu ada tiga model sesuai dengan Firman Allah. Ketiga model tersebut adalah Dholimu linafsih, wa minhum muqtasid wa minhum sabiqun bil khoirot.

Ketiga model tersebut adalah Dholimu linafsih, wa minhum muqtasid wa minhum sabiqun bil khoirot.

Dholimu binafsik atau dzolim terhadap dirinya sendiri maksudnya adalah masuk menjadi pengurus NU hanya sebatas nama. Sebelum masuk pengurus, suka silaturahmi kesana-kemari mulai kyai, pengurus tanfidziah hingga tokoh masyarakat agar masuk NU. Tapi setelah masuk menjadi pengurus justru tidak aktif dalam kegiatan-kegiatan NU.

“setelah masuk, blas.. besok datangpun tidak pernah… Ada enggak model kayak gini?” Ujarnya disambut tawa para jamaah.
Model kedua ada “wa minhum muqtasid” atau golongan pertengahan. Yaitu setelah menjadi pengurus NU, terkadang aktif dan terkadang tidak, terkadang hadir rapat dan terkadang beralasan, terkadang ada undangan hadir dan terkadang pula tanpa kabar.

Dan yang terakhir model “wa minhum sabikun bil khoirot” yaitu orang-orang yang berlomba – lomba dalam kebaikan. Orang-orang yang berfikir untuk kemanfaatanya.
“Model ini merupakan golongan teratas. Maka menurut Ibnu Katsir, golong tersebut masuk surga bighoiri hisab,” papar KH. Marsudi.

KH. Marsudi menambahkan, jika golongan sabikun bil khoirot akan masuk surga tanpa hisab, maka untuk model muqtasid akan yadhulul janmata bil khoirot. Yaitu masuk surga karena rahmat-Nya. Sementara untuk model yang pertama (dholimu linafsih) juga akan masuk surga karena Syafaat Rasulullah dan Nahdlatul Ulama.

“Model 1 (dholimu linafsih) sudah ditulis yadhulul jannah bi syafaati rasulullah wa Nahdlatul ulama. Masuk surga karna Syafaat Rasulullah dan Nahdlatul ulama. Kalau mau ke Surga tidak usah mencari-caei dengan pake bom, cukup dekati orang NU beres langsung di tulis.” pungkasnya.