TIKTOK DING DING DING DIAM DIAM MENGGOYANG

TIKTOK DING DING DING DIAM DIAM MENGGOYANG

Tiktok awalnya diklaim sebagai media social yang baik dan benar. Mau sejungkir balik apapun bodimu, kader Tiktok masih saja mengapresiasi. Pengamatan ini bukan mengada-ada. Manajemen Tiktok memang sengaja membuatnya begitu.
Di luar itu semua, ada beberapa faktor logis yang mendasari orang-orang bisa kecanduan TikTok. Pengguna TikTok didominasi oleh Gen Z yang terbiasa dengan mobilitas serbacepat. Secara psikologis, perhatian Gen Z dalam penerimaan informasi juga ditentukan pada detik-detik pertama. TikTok adalah media sosial yang berhasil melakukannya dengan mulus.
Video TikTok didominasi oleh tayangan yang langsung menarik perhatian dari detik pertama. Jika kalian mencoba membuka aplikasi ini, kalian juga akan langsung menyaksikan video joget. Nah, video joget ini juga pemicu kecanduan TikTok.
Dengan lantunan musik yang cenderung ceria, TikTok didominasi orang yang sedang bersenang-senang. TikTok ingin mengajak kalian tertawa dan melepas gundah. Siapa juga nggak kecanduan dengan kebahagiaan?
Dalam dramanya yang bikin pemainnya disebut menjilat ludah sendiri karena dulu pernah ngatain alay, memang secara logis ada unsur ilmiahnya kenapa banyak orang mainan TikTok.
Tapi sekeren dan secool bingits apapun dirimu, kalau kamu dipaksa gendak an atau senior maen TikTok apalagi berhadiah wkwkwkw kamu akan goyang deh wkwkwkw