The Beatles Dan Eksistensi Lintas Generasi

The Beatles Dan Eksistensi Lintas Generasi
The Beatles Dan Eksistensi Lintas Generasi

Musik menjadi salah satu hal penting bagi kehidupan manusia. Berbagai jenis musik tersedia dengan khas dan keunikannya, salah satunya The Beatles. Band legendaris yang terkenal sejak tahun 1960-an ini menjadi salah satu band yang melegenda, bahkan penggemarnya masih sangat banyak di seantero dunia. Penikmatnya pun terdiri dari bermacam-macam kalangan, mulai dari yang sudah berusia dewasa, remaja atau bahkan ada anak-anak yang mengenal Beatles lewat orang tuanya dan ikut jatuh cinta. Apasih pesona The Beatles dan bagaimana band ini melekat di banyak telinga sampai saat ini?

The Beatles mengawali karirnya di Liverpool, Inggris pada era 1960-an. Band ini sempat mengalami gonta-ganti personil sebelum akhirnya  keempat personilnya menetap, yaitu John Lenon, Paul McCartney, George Harrison dan Ringo Starr. Karir yang diawali dari café ke café ini terus berkembang. Mereka menjgeluarkan single pertama pada tanggal 5 Oktober 1962 ketika sudah pindah ke Hamburg, Jerman. Beatles berhasil mengeluarkan album pertama berjudul “Please Please Me” dan berhasil membawa mereka melejit menuju ketenaran.

Penampilan khas mereka berupa gaya rambut unik dan setelan jas yang selalu melekat serta talenta musik yang mengaggumkan dianggap sebagai hal baru dan menarik perhatian banyak penggemar. Sejak Beatles tampil untuk pertama kalinya di suatu acara bernama “ ”

Karir The Beatles terus menanjak hingga banyak penggemar dari Amerika yang menyukai mereka. Bahkan bisa dibilang kepopuleran The Beatles mengalahkan Elvis Presley pada saat itu. Genre pop rock yang mereka usung tak disangka-sangka laku keras dan banyak kaum hawa yang akhirnya menjadi penggemar setia mereka.

Dilansir dari kompasiana.com, David Foster yang merupakan seorang arranger dan produser musik hebat mengatakan bahwa setelah era Beatles, hampir seluruh musisi terpengaruh oleh gaya bermusik mereka. Hal inilah yang membuat Beatles disebut sebagai perubah wajah musik dunia sekaligus yang membawa pengaruh besar terhadap revolusi sosial budaya pada dekade 60-an itu.

John Lennon dan Paul McCartney sendiri memiliki bakat luar biasa yang mampu menciptakan musik apik. Pengaruh mereka membuat banyak musisi terpengaruh oleh gaya bermusiknya. The Beatles berhasil menjual berjuta-juta copy album mereka.

Sayangnya, setelah menempati puncak karir mereka, lambat laun Beatles mengalami kemerosotan. Terhitung sejak tahun 1966 mereka menghentikan konser-konser mereka dengan berbagai alasan seperti keaanan sampai penggunaan obat-obatan terlarang. Penggemar mulai melayangkan sentiment negatifnya serta asumsi bahwa Beatles ikut memasukkan unsur “drug”  pada lagu Lucy in The Sky with Diamonds yang akhirnya menjadi kontroversi setelah mereka secara tidak langsung menyatakan ketertarikannyapada pengaruh obat halusinasi.

Sejak saat itu The Beatles tidak pernah muncul dengan formasi lengkap akibat banyak sekali alasan atas perpisahan mereka. Banyak spekulasi yang beredar di kalangan umum  bahwa salah satu penyebab bubarnya Beatles adalah Yoko Onno, istri kedua John Lenon. Paul McCartney pun secara resmi mundur dari The Beatles pada 1970. John Lenon tewas ditangan penggemar nya dan George Horrison meninggal pada tahun2001. 

Meski Beatles sudah tidak ada namun eksistensi musiknya terus melekat dan menginspirasi banyak musisi penggemar lintas negara lintas dunia. Sederet album legendaris yang meledak di pasaran seperti ; Please Please Me (1963), With the Beatles (1963), A Hard Day's Night (1964), Beatles for Sale (1964), Help! (1965), Rubber Soul (1965), Revolver (1966), Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band (1967), The Beatles (1968), Yellow Submarine (1969), Abbey Road (1969) dan Let It Be (1970).

Dari banyak album tersebut melahirkan lagu-lagu yang salah satunya pasti banyak orang tahu atau hanya sekedar mengerti melodinya. Diantaranya “Hey Judge”, lagu dengan aransemen sederhana namun melodinya yang cepat menempel di telinga. Selain itu lagu hits lain seperti Twist and Shout, aI Saw You Standing There, dan Let It Be menjadi memori tersendiri bagi penggemarnya. Penulis pribadi sangat suka dengan lagu mereka berjudul Here, There, Everywhere karena easy-listening di telinga.

Remaja bahkan kaum milenial pun bisa jadi masih memiliki rasa tertarik terhadap The Beatles. Mereka bisa berkenalan dengan Beatles lewat orang tuanya yang secara tidak langsung sering memutar dan memperdengarkan kepada anaknya. Beberapa remaja juga tidak sengaja menemukan sendiri jalan bagaimana mereka mengenal Beatles dengan segala pesona yang tak lekang oleh zaman. Bahkan di Bnadung ada sebuah komunitas bernama Barudak Beatles Bandung, yang berisikan para pemuda yang Bandung yang menyukai Beatles. Beginilah gambaran bagaimana musik The Beatles hidup sepanjang masa.

“if you want to know about the sixties, play the music of The Beatles”-Aaron Copland

Penulis : Rana