Stress Akibat Memendam Keinginan

Stress Akibat Memendam Keinginan

Barangkali yang punya ketakutan hanyalah diriku, sementara keberanian hanyalah milik orang lain.

Sejak kecil ketika saya diajak belanja orang tua dan diberikan mauku apa aku selalu hanya bisa menggelengkan kepala, entah apa yang ada dalam diriku sebenarnya aku juga mempunyai berbagai keinginan sementra mulutku enggan untuk mengtakan. Aku hanya bisa menggeleng dan menerima apapun yang dibelikan oleh orang tua.

Hal itu, terbawa sampai sekarang. Saat umurku sudah menua ini masih saja sulit untuk mengungkapkan hal-hal yang aku inginkan. Bahkan aku hanya bisa bercerita kepada teman yang benar-banar aku percaya. Entah apa yang ada dalam diri ini, mungkin semacam penyakit ketakutan yang tidak semestinya dimiliki oleh saya yang bertampang tidak memiliki malu sedikitpun.

Huh, rasanya mbleneg pengen mbengok woee ngertenono aku. Asyuuu, banyak hal yang mungkin aku pendam sendirian termasuk keinginan saya untuk cepat lulus, dan bisa dapat tiket untuk melanjutkan kehidupan selanjutnya dengan riang gembira.

Barangkali jika perasaan ini diibaratkan air diember wes mbludak, dibalik sikapku yang tenang dan uring-uringan ini ada perasaan dan keinginan yang ingin aku katakana kepada semua orang. Entah mungkin karna gengsi atau takut sebenernya.

Rasa takut dan cemas yang menghantuiku hanya bisa kulampaikan dengan diam di tempat yang sunyi, dengan beralasan berangkat mincing dini hari, itu hanya untuk melampiaskan rasa kecewa terhadap diriku sendiri.

Terakhir, mari kita mancing dan melupakan hal-hal yang bisa membuat diri kita mudah stress dan bingung harus berbuat apa.

Penulis : Ilham Islamudin