Sharing Kewirausahaan. Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Datangkan CEO Fuji SUISO Langsung Dari Jepang.

Sharing Kewirausahaan. Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Datangkan CEO Fuji SUISO Langsung Dari Jepang.
Sharing Kewirausahaan. Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Datangkan CEO Fuji SUISO Langsung Dari Jepang.

Untuk kesekian kalinya Pesantren Ekonomi Darul Uchwah yang merupakan satu - satunya pesantren  bericon ekonomi di Indonesia kembali gelar sharing Kewirausahaan. (25/9)


Pesantren yang berdiri sekitar 17 tahun lalu ini menjadi salah satu pesantren yang banyak diminati oleh kawula muda, terlihat dari banyaknya santri yang berasal dari luar daerah pulau Jawa, seperti pulau  Sumatra, Kalimantan dan pulau pulau lainnya.


Maraknya isu perekonomian di negri ini juga menjadi salah satu sebab keharusan seseorang menjadi bagian dari pesantren ini. Karena bukan hanya di tempa untuk faham soal agama, namun juga diwajibkan untuk faham tentang perekonomian dengan tujuan kelak mampu menghasilkan enterpreneur sejati .


Pada kali ini Pesantren Ekonomi Darul Uchwah menggandeng Global Peace Fundation Indonesia yang merupakan salah satu organisasi nirlaba internasional. Tidak hanya itu pada kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh CEO Fuji Suiso, Mr. Hideo Kawabata  yang didatangkan langsung dari Jepang dan juga menghadirkan motivator - motivator muda dengan berbagai pengalaman inspiratif.


Mhd Handika Subakti yang menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan ini merupakan seorang santri yang menerima beasiswa LPDP, beliau juga pernah menjuarai lomba makalah Al Qur'an nasional pada tahun 2018 lalu.

 

Dalam penyampaiannya, beliau menguatkan niat para santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, bahwasanya pada saat ini LPDP memberikan beasiswa kepada para santri yang mumpuni untuk mendapat kursus bahasa Inggris selama 3 bualn sebelum melanjutkan tahap seleksi berikutnya.
"Kita sebagai seorang santri tidak boleh minder, santri ataupun bukan santri memiliki kesempatan yang sama dalam melanjutkan pendidikan nya, di tahun ini bagi santri yang dianggap mumpuni untuk melanjutkan pendidikan nya akan diberikan kursus bahasa Inggris gratis oleh LPDP selama 3 bulan". Ujar Handika yang mencoba memberikan semangat motivasi kepada para santri.

 

Disamping itu, I Gede Pandu Wirawan juga berbagai kisah tentang pengalaman hidupnya meraih impian kuliahku luar negri. Menurutnya, kaya atau tidaknya seseorang bukan menjadi alasan seseorang tidak dapat melanjutkan pendidikan nya ke luar negri.
"Teman - teman, ketika anda punya mimpi yang sangat tinggi jangan pernah takut, kejar terus mimpi tersebut. Saya bisa kuliah ke luar negri karna mimpi dan tekad saya, saya bukan anak orang kaya bahkan saya bukan anak dari keluarga yang baik - baik saja, saya adalah anak dari keluarga yang broken home, tetapi disini saya tunjukkan kepada dunia bahwasanya saya mampu meraih apa yang saya cita - citakan." Tutur Pandu dalam rangkaian kata motivasi nya.

 

Kegiatan yang diselenggarakan di gedung Pesantren Ekonomi Darul Uchwah ini dijadikan langsung oleh Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah yakni Ibu Nyai Hj. Mufidzah, dan turut hadir pula Direktur Kemahasiswaan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Bapak Akhmad Nurul Huda, M.Pd dan juga para kawula muda kreatif dari berbagai background, mulai mahasiswa Jakarta Barat hingga mahasantri Jakarta Barat.

 

Pada sesi akhir peserta berkesempatan berdialog langsung dengan CEO Fuji Suiso yang dengan sengaja didatangkan langsung dari Jepang. Pada kesempatan ini Mr. Hideo Kawabata berpesan kepada para entrepreneur muda agar tidak mudah menyerah dalam berwirausaha,  dan tidak mudah goyah, agar mampu menjadi entrepreneur muda yang sukses dan tangguh.


Ditemui seusai acara, Rizka Silvia yang merupakan  salah satu Mahasantri Ekonomi Darul Uchwah asal Riau mengaku termotivasi dengan pengalaman hidup yang dibagikan oleh kedua motivator tersebut.
"Setelah mengikuti kegiatan ini saya yang dulunya sempat berfikir nggak mampu untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sekarang mulai termotivasi untuk itu, karna ternyata mereka yang melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi bahkan hingga ke luar negri tidak semuanya berasal dari keluarga kaya raya yang harmonis, maka dari itu saya optimis untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan selanjutnya yaitu S2." Ujar Rizka yang mengaku sangat termotivasi dengan kegiatan ini.