SEJAUH CITA-CITA MEMBAWAMU

SEJAUH CITA-CITA MEMBAWAMU
SEJAUH CITA-CITA MEMBAWAMU

Aku ingin bercerita kepadamu mengenai sesuatu yang membuatku hidup setelah perjumpaan kita, sesuatu yang aku idam-idamkan menjadi nyata. Setelah kedatanganmu ke dalam dimensiku. Aku ingin membuatmu paham setelah kau menjadi mentari untuk bumiku, ada pelangi yang membuat pelangiku berwarna-warni. Bahkan hanya sekedar membayangkannya sudah membuatku semangat melanjutkan hidup. Dan layaknya pelangi, aku tak pernah bisa menyentuhnya. Atau setidaknya, dulu kupikir begitu. Dulu, dengan arogannya, kukubur dia dalam dalam. Kemudian aku menjadi manusia yang sibuk menamai, tanpa pernah lagi memaknai. Aku menjadi robot.

Jangan cemburu dulu. Aku sedang tidak membicarakan sesosok manusia yang lainnya. Ini lebih besar; terimplan di nadiku sejak aku melihat rekan-rekan sejawatku gugur satu per satu, tanpa benar-benar tau alasan mereka hidup.

Pernahkah kau terbangun disuatu pagi dan menyadari bahwa jiwamu sudah tidak lagi ada di tempat ragamu terbangun? pernahkah kau berada diatas tebing dimana tubuhmu ingin melompat menuju kebebasan? Pernahkan kau merasa segalanya terkolerasi dan yang hanya ingin kau lakukan adalah melihat dunia? Pernahkah kau merasa tidak lagi menjadi dirimu sendiri dan yang ingin kau lakukan hanyalah pergi jauh, mencari arti hidup ini? Aku pernah. Dan kau tau apa yang kulakukan? Aku duduk, diam dan mendengarkan hatiku baik-baik. Hatiku memintaku menggapai cita-cita.