Rumah Penuh Luka

Rumah Penuh Luka

Aku ingin kembali 

Tapi rumah sudah tak ada lagi

Tenggelam bersama puing kenangan

Lebur dalam penghianatan

 

Rumah indah segudang cerita

Berhias senyuman semerbak dalam nuansa bahagia

Suara gemercik air dan angin syahdu

Memenuhi ruangan giring tawa merdu

 

Kini, hanya tinggal sesak

Melihat rumah yang tak tampak

Seperti dahulu, idaman setiap orang

Merindu untuk selalu pulang

 

Aku sendiri berduri menata diri

Tak ada lagi guna rindu menggerogoti

Jika hanya menyayat hati

Aku lepaskan, rumah runtuh tak berpenghuni

 

Putar haluan, hilangkan luka bersama masa

Dentuman cerita selalu ada

Tidaklah waktu akan terhenti 

Saat aku dan kamu saling kembali.

 

 

 

Jakarta, 2021