Profil Rilo Pambudi

Profil Rilo Pambudi

JAKARTA- Marsekal TNI(purn) Rilo Pambudi adalah mantan Kepala Staf TNI angkatan udara (KASAU) pada tahun 1993-1996. Sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di Angkatan Udara, beliau menjabat sebagai Deputi Operasi Kasau. Rilo memulai karir pada saat setelah beliau lulus dari Akademi Angkatan Udara pada tahun 1965. Rilo pambudi adalah anak laki-laki yang giat dalam belajar, tidak heran saat ini beliau mengabdikan dirinya di bidang pendidikan. Tercatat, beliau adalah pendiri Yayasan Pambudi Luhur yang terletak di Bogor, Jawa Barat.

Melihat fenomena banyaknya anak putus sekolah akibat terkendala biaya. Mendorong pria kelahiran Jombang ini mendirikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) tanpa ingin memungut bayaran kepada siapapun yang melanjutkan sekolah disana. Beliau pun enggan meminta bantuan sahabat karib serta keluarganya, mantan KASAU ini berujar, "Selagi saya mampu, saya tidak akan meminta. Akan tetapi, jika memang ada yang membantu dengan kesadaran sendiri saya juga tidak akan menolaknya”. Ujarnya.

Dimulai saat tahun 1995 setelah meminta pendapat berbagai pihak, dengan dorongan jiwa sosial dan empatinya yang tinggi terhadap dunia pendidikan, sosok Marsekal TNI (purn) Rilo Pambudi mulai membangun sebuah gedung secara bertahap. Berawal dari ruang kelas, ruang dapur, gedung olahraga sampai akhirnya resmi beroperasi menerima murid pada tahun 1997. Setelah selesai membangun sarana tersebut, Rilo menamai sekolah itu dengan nama SMA Islam Pambudi Luhur akan tetapi setelah mendapat saran dari para Kyai akhirnya nama tersebut ditambah menjadi Pondok Pesantren SMA Islam Pambudi Luhur. Seiring berjalannya waktu pembangunan dilanjutkan dengan menambah sarana beribadah ( Masjid ), asrama putra, menara, klinik dan terakhir asrama putri yang dibangun 2017 silam.

Aktivitasnya selepas purna tugas dari dunia militer mengundang keheranan banyak pihak terlebih kawan-kawannya di TNI. Dikarenakan Pensiunan Marsekal TNI ini lebih memilih membangun sarana pendidikan berbasis agama yang jauh dari latar belakangnya. Langkahnya untuk tidak berdiam diri dirumah setelah pensiun membuat sosok berumur 78 tahun tersebut menjadi panutan untuk seluruh teman, kerabat dan junior-juniornya. Kegigihan dan rasa semangat menggebu untuk mencetak generasi muda Indonesia yang maju saat ini sudah berjalan selama 23 tahun. Selama rentan waktu tersebut SMA Pambudi luhur telah mencetak 18 Angkatan dan lulusannya sudah tersebar di berbagai sektor juga macam-macam profesi.

Penulis : Isna