Perstuan, Perkokoh Kedamaian Persaudaraan Muslim

Perstuan, Perkokoh Kedamaian Persaudaraan Muslim

Perstuan, Perkokoh Kedamaian Persaudaraan Muslim
Gambar. Ilustrasi

Persatuan berarti, tidak terpecah belah. Di dalam organisasi maupun di masyarakat persatuan sangat diperlukan. Persatuan ada karena kekuatan tanpa kekuatan tak akan tercapai keharmonisan. Maka bagaimana cara agar kita bisa menjadi insan berlogo “Pembela Bangsa”? yaitu dengan menerapkan nilai-nilai persatuan dalam kehidupan sehari-hari. Terapkan mulai dari hal-hal yang paling sederhana seperti ikut berpartisipasi penggalangan dana menolong saudara kita yang sedang tertimpa bencana, meberi tanpa pamrih, dan yang tak kalah penting adalah melindungi kaum minoritas, maka kesatuan itu akan tumbuh dengan sendirinya.

Penerapan sikap persatuan dalam organisasi dapat dilakukan dengan cara melangkah bersama dalam membuat kegiatan seperti membuat seminar kebangsaan, tujuannya adalah untuk memahami dan mendalami seberapa penting bangsa untuk kehidupan masa depan. Dengan demikian sikap toleran, saling menghargai dan persaudaraan akan kokoh.

Sebagai warga PMII sudah sepatutnya sikap persatuan melekat pada jiwa. Kekuatan disiplin dalam PMII adalah disiplin ilmu sosial. Adanya ruang yang begitu luas dalam pemikiran menumbuhkan komunitas yang kritis. Maka bagaimana agar sikap kritis yang berbeda pendapat ini tidak memecah belah persaudaraan? Yaitu dengan menghargai pendapat satu sama lain.

Kesatuan lahir intens antara sejarah dan doktrin. Jiwa sosial merupakan watak pribadi dalam organisasi PMII. Dimana Aswaja menjadi kiblat Manhaj Alfikr, seperti yang tertera dalam buku saku yang berjudul “Membaca Ulang Aswaja” yang ditulis oleh khotibul imam pada tahun 1997, dimana model berfikir dalam keagamaan mencakup semua aspek kehidupan. Nila-nilai itu diantaranya adalah tawassuth, tasamuh, tawazun dan ta’adul. Menjadi nilai patokan dalam melangkah yang kesemuanya di ukur dan dikembalikan pada nilai-nilai aswaja.