Peringati Sumpah Pemuda, Cipayung plus DKI Jakarta Gelar Diskusi Publik dan Panggung Budaya

Peringati Sumpah Pemuda, Cipayung plus DKI Jakarta Gelar Diskusi Publik dan Panggung Budaya

JAKARTA- Organisasi Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung plus DKI Jakarta menggelar diskusi publik dan panggung budaya di dua tempat sekaligus untuk me-reflesikan 92 tahun sumpah pemuda (28/10/).

Acara dimulai dengan diskusi publik yang menghadirkan, Amsar A Dulmanan (Dosen UNUSIA), Salomon A M Babys (Dosen UBK), R Saddam Al Jihad (Aktivis), Arianto Zany Namang (Direktur JMBI), dan Putri Khaerunnisa (DPP KNPI). Bertempat di aula margasiswa, Menteng, diskusi berlangsung hangat dan meriah walaupun harus menggunakan protokol kesehatan ketat yang sudah ditetapkan panitia.

Salah satu pemantik diskusi Amsar dulmanan mengatakan secara tegas bahwa, momentum refleksi Sumpah Pemuda harus dimaknai untuk membongkar mitos-mitos terhadap Sumpah Pemuda itu sendiri. "Pemuda tidak boleh menjadi subordinat kekuasaan layaknya era orde baru, kita harus mampu menawarkan konsep genuine untuk Indonesia 5 atau 10 tahun kedepan". Tegas Amsar.

Kritik juga dilontarkan oleh Saddam Al Jihad, di tengah era modernisasi yang generasi muda harus perhatikan adalah ancaman proxy war terhadap eksistensi Indonesia sebagai sebuah nationstate. Sebab, apabila tidak diantisipasi akan menimbulkan persoalan baru bagi Indonesia. "Ancaman Nir-militer harus dipahami dengan baik oleh kawan-kawan semua, jangan sampai nama Indonesia hilang ke depannya". Ungkap Saddam.

Diskusi juga membahas isu-isu hangat terkini, UU Cipta Kerja, dan kemunduran berdemokrasi dalam kita saat ini. Arianto Zany Namang menjelaskan, kondisi saat ini tidak boleh terus-menerus terjadi dalam Negara demokrasi. Sebab, akan berdampak buruk bagi perkembangan kehidupan bernegara. "Penangkapan para aktivis dengan jeratan UU ITE, represifitas aparat keamanan terhadap aksi demonstrasi belakangan ini, peran buzzer dalam melakukan doxing di media sosial, jangan sampai seolah merayakan demokrasi tetapi nyatanya tidak". Jelasnya.

Setelah diskusi berlangsung, acara selanjutnya yaitu, panggung budaya dan mimbar bebas, dilaksanakan di Cilosari 17, Cikini (Sekber HMI Jakarta). Dimulai selepas Maghrib, masing-masing OKP menunjukkan bakat kader-kadernya. Mulai dari kelompok seni tari, kelompok seni sastra, kelompok seni musik, dan lain-lain. Kegiatan ini dilengkapi oleh penampilan seniman musik yang berkarier di jalur independen (indie) Iksan Skuter asal Jawa timur dan band asal Jakarta bergenre ska, reggae (rocksteady) Monkey boots.

Suasana semakin asik ketika hujan turun di Cikini, Cilosari. Dengan lirik yang penuh kritik dan dan tajam, ditambah oleh lampu neon yang menghiasi pohon-pohon menambah intim refleksi Sumpah pemuda ke-92 tahun. Selepas penampilan dua musisi tersebut acara sepenuhnya ditutup oleh pembacaan ikrar sumpah pemuda bersama-sama dengan para ketua-ketua Organisasi Kepemudaan/Mahasiswa.

 

Penulis : yr