Peringati Harlah NU, PC PMII Jakarta Barat Gelar Seminar Kebangsaan

Peringati Harlah NU, PC PMII Jakarta Barat Gelar Seminar Kebangsaan

Jakarta - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jakarta Barat gelar seminar kebangsaan di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, kamis 30 Januari lalu, (31/1).

Seminar yang mengusung tema “Menguatkan Peran Umat Islam Dalam Menjaga Nilai - Nilai Kebangsaan dan Demokrasi Pancasila di Tengah Maraknya Gerakan Intoleransi” merupakan gerakan hari lahir Nahdlatul Ulama yang telah terbukti hanya satu abad.

Nahdlatul Ulama merupakan organisasi islam terbesar di Indonesia yang bahkan sudah mendunia. Bahkan saat ini NU sedang gencar - gencarnya mendirikan perguruan tinggi di bebebrapa wilayah seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan lainnya. Perguruan tinggi ini diberi nama Universitas Nahdlatul Ulama (UNU).

Jika menelisik lagi ke belakang, lengkap KH Hasyim Asy'ari menyatukan kecintaan terhadap negara dengan kecintaan pada agama melalui jargon singkatnya seperti Hubbul Wathan Minal Iman (cinta tanah air sebagai bagian dari iman). Melalui jargon ini, dapat diketahui bahwasanya kecintaan pada negara dan agama menyukai dua hal yang berbeda, akan tetapi merupakan satu kesatuan.

KH Marsudi Syuhud, ketua PBNU sekaligus pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Barat menyebutkan bahwasanya NU memiliki 4 nilai pokok, pendidikan, keilmuan, ekonomi dan internasional.

Dalam seminar kali ini dihadiri para narasumber dengan latar belakang yang berbeda, dia juga Gus Yunan Askaruzzaman Ahmad (Komisi Fatwa MUI Pusat) yang merupakan putra KH Nuril Huda (Pendiri PMII), Akhmad Nurul Huda (Wakil Ketua PCNU Jakarta Barat), dan Arnold Susanto (Wakil Ketua Bidang Organisasi Pemuda Katolik Jakarta Barat), santri Pesantren Ekonomi Darul Uchwah dan juga seluruh kader PMII se - Jakarta Barat.

Berkaitan dengan intoleransi, terdapat beberapa komponen di sini yaitu: ketidakmampuan menahan diri dari tidak suka orang lain hingga sikap mencampuri dan mengendalikan sikap orang lain.

Intoleransi itu sendiri merupakan masalah yang terjadi di Indonesia. Baik antar agama, antar suku, ras dan lainnya. Menurut Arnold, pada saat ini orang awam tidak akan dapat melakukan intoleransi dengan mudah, karna sejatinya hal ini bukan merupakan tugas dari orang awam, akan tetapi membasmi intoleransi merupakan tugas dari hukum.

“Upaya membasmi Intoleransi di Indonesia, meminta hal yang mudah bagi kita selaku orang awam. Karena sejatinya pembasmian gerakan - gerakan intoleransi adalah tugas bagi hukum, orang awam seperti kita hanya perlu mengembangkan sikap untuk memperbaiki diri sendiri.

Dalam Islam Sendiri Memandang segala aspek bukan hanya dari bentuk luar yang tergambarkan saja.

Pada bagian ini Gus Yunan menjelaskan, bahwasanya di dalam islam itu sendiri yang menjadi referensi bukan hanya pada casing atau bentuk luarnya saja. Akan tetapi apa yang ada di dalam diri orang tersebut. Yang berpenampilan tidak baik tidak selamanya buruk.

Penulis: Nur Holipah (Kopri PK PMII UNUSIA Jakarta)

Editor: Dea Oktaviana (PR Kopri PMII Hasyim Asy'ari)