PBNU: KH Marsudi Syuhud Mendorong Santri Mengembangkan Ilmunya

PBNU: KH Marsudi Syuhud Mendorong Santri

PBNU: KH Marsudi Syuhud Mendorong Santri Mengembangkan Ilmunya
Ketua PBNU Kiai Marsudi Syuhud pada pembukaan "Daurah Santri Muassis" di Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah, Siwalan Panji - Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Surabaya - Ketua PBNU Kiai Marsudi Syuhud pada pembukaan "Daurah Santri Muassis" di Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah, Siwalan Panji - Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, mendorong kepada santri bisa mengembangkan ilmu tidak hanya di Jawa, melainkan hingga pelosok Tanah Air,.

"Dengan adanya momentum ini, diharapkan santriwan-santriwati bisa mengembangkan ilmu tidak hanya di Jawa, melainkan hingga ke daerah-daerah di pelosok Tanah Air," katanya.

Menurut Kiai Marsudi Syuhud, pada peringatan Daurah Santri Muassis yang digelar bersamaan dengan Peringatan Hari Lahirnya Nahdlatul Ulama (NU) ke-94 ini, ada sebuah harapan besar NU terhadap santriwan-santriwati pondok pesantren, terutama di dalam negara kesatuan Republik Indonesia.

Menurut dia saat ini banyak sekali pesantren-pesantren baru tetapi tidak sedikit metodologi pembelajarannya berbeda, kitab-kitab yang diajarkan pun juga berbeda.

"Namun, yang memiliki pengalaman besar untuk membangun Indonesia dan mudah diterima di kalangan masyarakat adalah pondok pesantren NU Ulama. Saya berharap santri 'muassis' ini bisa menemukan, menyebarkan ilmu tidak hanya di lingkup Jawa melainkan di luar Pulau Jawa," katanya.

Sementara Ketua RMI PWNU Jawa Timur, Kiai M Zakki Hadzik mengatakan pada peringatan harlah NU ke-94 ini, para santri "Nahdliyyin" perlu menggali filosofi berdirinya NU. Karena semakin hari, semakin banyak guncangan yang terjadi pada NU.

"Maka jika tidak diberi pemahaman tentang perjuangan NU. Saya khawatir termakan guncang guncangan dan makin jauh dari NU," katanya

Di samping itu, kata dia, diharapkan juga memberi pemahaman terhadap pemuda-pemuda NU agar tidak terkontaminasi dengan gerakan garis keras.

"NKRI ini sangat luar biasa. Cinta NU ya Cinta NKRI, begitu juga cinta NKRI ya... cinta NU. Harapan kami pemuda NU tidak terkontaminasi dengan garis keras," demikian M Zakki Hadzik.