Pacarku ADHD

Pacarku ADHD

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) memiliki gejala yang dapat membuat penyandangnya semakin sulit untuk memperhatikan, berperilaku impulsif, cepat lupa dan sulit fokus. Tidak mudah bagi Anda yang memiliki pasangan yang menyandang ADHD. Tetapi, ada langkah-langkah untuk menghadapi pasangan jika Anda memahami dampak dan bagaimana cara menangani ADHD.

Yang pertama, amati dan tentukan apakah pasangan anda memiliki gejala ADHD berupa rendahnya daya perhatian. Seseorag harus memiliki lima gejala (untuk orang dewasa) atau enam gejala (untuk usia 16 tahun kebawah) dalam lebih dari satu situasi dan pada tingkat yang mengganggu serta tidak normal, agar dapat didiagnosis sebagai penyandang ADHD. Gejala ini termasuk sulit melakukan pengaturan/proses organisasi, menghindari tugas-tugas yang membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi, sulit mengingat, dan lain sebagainya. 

Beberapa gejala baru dapat menjadi sebuah diagnosis jika sudah mencapai tingkat “mengganggu”. Perhatikan apakah pasangan Anda memiliki lima atau enam gejala dalam lebih dari satu situasi selama enam bulan terakhir. Perlu Anda ketahui, satu dari lima penyandang ADHD didiagnosis memiliki gangguan lainnya (depresi dan bipolar merupakan gangguan lain yang umum menyertai). Dan sepertiga dari anak-anak yang menyandang ADHD juga menyandang gangguna perilaku.

Yang kedua, berikan dukungan kepada pasangan Anda. Tanyakan bagaimana perasaanya sebagai penyandang ADHD. Orang dewasa yang menyandang ADHD menjelaskan gangguan ini septrti “berusaha membangun rumah dari tumpukan kartu ditengah badai debu”. Berikan dirinya kesempatan untuk memberitahu Anda bagaimana perasaannya. Pisahkan pribadi penyandang dari gejala-gejalanya. Gejala ADHD yang disandangnya kadang dapat membuat frustasi, tetapi anda seharusnya tidak mendefinisikan dirinya atau hubungan Anda berdasarkan gejala-gejala tersebut. 

Jadilah orang yang mendukungnya saat mengetahui situasi yang dapat membuatnya kewalahan.  Jalanan yang ramai dengan suara musik dan suara percakapan yang secara bersamaan, wangi-wangian serta mungkin banyaknya efek lampu, dapat membuat penyandang ADHD merasa kewalahan. Maka bantulah ia keluar dari situasi ini, bawalah ia ke tempat yang lebih sunyi dan tenang.

Yang ketiga, luangkan waktu untuk berhubungan dengannya. Bercakap-cakaplah tentang berbagai hal yang anda berdua minati. Lakukan kontak mata saat berbicara dengan pasangan Anda. Bantu dirinya untuk fokus dan memdengarkan permintaan Anda dengan kontak mata. Sentuhlah lengannya. Kontak fisik dapat membantunya memperhatikan apa yang Anda katakan. Jangan sentuh barang-barang pribadinya. Para penyandang ADHD sering menginginkan barang-barangnya tertata dengan aturan atau di tempat tertentu. Melakukan rutinitas yang konsisten merupakan bagian dari menangani kondisi ADHD yang efektif, maka jangan menghentikan usahanya untuk melakukan ini. Bantulah agar dia hidup teratur. Penyandang ADHD sering bermasalah dengan keteraturan dan pengolahan waktu. Dan bersiap-siaplah akan terjadinya perubahan suasana hati. Bantulah dirinya menemukan aktivitas yang mengalihkan fokusnya dari suasana hati yang buruk. Hindari berperan sebagai orang tua bagi pasangan Anda. Hal ini dapat menimbulkan kemarahan dan stres pada pasangan Anda.  Dan jangan sampai hal ini membuat Anda terbawa perasaan. Menyandang ADHD menjadikan pasangan Anda sulit mengendalikan perilaku-perilaku tertentu. 

Dan yang terakhir, luangan bagi diri Anda untuk mengumpulkan energi kembali. Karena memberikan dukungan yang sangat besar bagi pasangan anda yang menyandang ADHD sangat menguras tenaga. Berikan Me Time untuk diri Anda. Pergilah dengan teman-teamn Anda atau pergilah berlibur untuk beberapa hari. Jika perlu temuilah ahli kesehatan mental untuk mengatasi frustasi yang Anda rasakan. Temukan ahli terapi mental ADHD dan lakukan konsultasi tentang pasangan Anda. Bergabunglah dengan berbagai organisasi tekait hal ini, banyak organisasi atau perkumpulan orang-orang pendukung ADHD diluar sana. Carilah informasi-informasi daring. Ada banyak sumber daring yang menyediakan informasi, pembelaan hukum dan dukungan bagi penanyandang ADHD.

Yang paling utama dari semua itu adalah jika Anda sudah mendapati gejala-gejala tersebut pada pasangan Anda, sarankan pasangan Anda agar segera menemui seorang ahli kesehatan mental agar mendapat diagnosis resmi dan mendapat penanganan yang tepat.

Penulis Rifda Hidayat (Mahasiswa Universitas Tarumanegara)