MWCNU Kemang mengenalkan NU melalui amaliyah Ahlussunnah Waljamaah Anahdliyyah

MWCNU Kemang mengenalkan NU melalui amaliyah Ahlussunnah Waljamaah Anahdliyyah
Pengurus MWCNU Kemang gelar Lailatul Ijtima' di Pesantren Surau Pati Desa Pabuaran

Istighosah dan pembacaan maulid menjadi rangkaian acara lailatul Ijtima', sekaligus mengenalkan aqidah ahlussunnah waljamaah anahdliyyah.

Pengurus MWCNU Kemang gelar Lailatul Ijtima' di Pesantren Surau Pati Desa Pabuaran, dengan tema "Memasyarakatkan aqidah ahlussunnah waljamaah anahdliyyah", (23/08).

Istighosah yang menjadi rangkaian acara pertama di pimpin langsung oleh Farid ketua MWCNU Kemang. Sebelum di mulai istighosah Farid menjelaskan bahwa istighosah ini di susun oleh KH. Romli Tamim salah satu ulama NU.

"Istighosah ini sebelum KH Romli Tamim menyusun bacaan ini, terlebih dahulu puasa selama 3,5 tahun", jelasnya.

Masih menurut Farid kegiatan Lailatul Ijtima ini merupakan agenda MWNU kemang untuk mengenalkan aqidah Ahlussunnah waljamaah anahdliyyah di kecamatan kemang dengan datang langsung ke setiap pengurus ranting NU di kemang. Pada kesempatan kali ini Ranting Desa Pabuaran yang menjadi tuan rumah Lailatul Ijtima.

Ahmad Ikrom wakil ketua PCNU Kabupaten Bogor yang menjadi pemateri mengenai sejarah NU dan ulama nusantara. Ia menyampaikan kepada hadirin "Indonesia ini negara yang di komandoi oleh para ulama NU, salah satu buktinya ulama-ulama yang berkumpul saat muktamar NU di Banjarmasin tahun 1936 yang menyepakati bahwa negara ini model darus-salam (negara yang damai) bukan darul-islam (negara Islam),” jelasnya.

Ahmad Ikrom yang juga menjadi dosen UNUSIA Jakarta ini menekankan bahwa NKRI haruslah selalu dipelihara keberlansungannya, ditingkatkan keutuhannya dengan menegakkan kedaulatannya. 

“Dengan terpeliharanya keutuhan bangsa dan tegaknya kedaulatan negara merupakan bagian dari pewujudan kemaslahatan umat. Kita punya pegangan ukhuwwah wathoniah dam ukhuwwah Islamiyah,” tambah Ahmad Ikrom.

Ia berharap dengan laluatul ijtima ini akan cepat menyebarkan ajaran NU. Karna Bogor ini fiqih nya 99,9% ahlussunnah waljamaah anahdliyyah. Tinggal menyeragamkan di akidahnya, dan harokahnya juga bisa mengikuti Ahlussunnah waljamaah anahdliyyah.

Kegiatan ini di hadiri PCNU Kabupaten Bogor , pengurus MWCNU Kemang, pengurus ranting, mahasiswa KKN UNUSIA Jakarta dan jama'ah Majelis-majelis di desa Pabuaran.