Munajat Cinta Lagu yang Mengajak Bersyukur

Munajat Cinta Lagu yang Mengajak Bersyukur

“Munajat Cinta” adalah kontradiksi dari karya-karya terbaik Ahmad Dhani. Nilai plus mungkin hanya soal judul “Munajat” yang barangkali hanya akan lahir dari kepala dan tangan se-expert Ahmad Dhani. Kira-kira seperti itu pandangan dari orang yang awam dengan detail instrumen musik seperti saya.

Menariknya, walau secara kualitas memang biasa saja, secara pasar jelas lagu ini sangat menjual. Tak heran, untuk ukuran karya sepele, pada masa jayanya lagu ini  berhasil memuncaki tangga lagu MTV. Pun jika kita lihat hari ini soal angka di YouTube, “Munajat Cinta” barangkali hanya kalah dari “Pupus”, sementara secara telak mengungguli karya-karya Ahmad Dhani lain yang juga laku di pasaran seperti “Risalah Hati”, “Separuh Nafas” dan tak terkecuali lagu paling legendaris Dewa 19 "Kangen".

Lagu ini memang fenomenal pada masanya. saya yang kala itu masih bocah di mana masalah terbesar hidup hanya perihal sekolah mancing, tanpa bosan dan tanpa berdosanya menyanyikan lagu ini. Pun yang dilakukan teman-teman saya kala itu. Dari lirik yang sederhana, tentu kala itu saya cukup mampu menginterpretasikan lagu ini, dan barangkali sangat mengerti apa makna dari lagu ini. Ya, bedanya kala itu saya memandang persoalan asmara hanya sebatas waktu, kelak ketika dewasa Tuhan bakal enteng tangan mengamini doa yang diwujudkan melalui lagu “Munajat Cinta”.

Satu dekade lebih berlalu, “Tuhan kirimkanlah aku, kekasih yang baik hati” kata di reff-nya, ternyata bukan persoalan waktu semata, yang kelak bakal mudah terwujud ketika saya dewasa, semudah mendapat hadiah setelah merengek kepada orang tua sebagai prasyarat untuk disunat. Barangkali saya tak membayangkan lagu ini bakal tetap relevan ketika saya menginjak usia kepala dua, pun pikir saya kala itu. Barangkali saat ini saya tak berkutat pada persoalan yang saya pikir sepele semacam itu.

Lagu ini justru makin relevan di kala usia makin bertambah. Permohonannya bukan hanya kekasih, melainkan “kekasih yang baik hati”, “yang mencintai aku apa adanya”. Sangat to the point dan tak murah-murah. Sayangnya, hingga usia bertambah, Gusti Pangeran nampaknya belum mengamini permohonan itu, atau malah saya yang kurang bersyukur atas do'a-do'a yang dipanjatkan melalui lagu ini.

Nyatanya tuhan telah mengirimkan gadis kecil yang selalu riang gembira menerima saya apa adanya. Lagi-lagi tipu muslihat pun muncul dan saya pun harus terlena dengan pemberian tuhan yang telah dinantikan jutaan orang ini.

Memang betul jika tuhan selalu menegur manusia dalam ayat-ayat nya untuk selalu bersyukur, karna memang bersyukur selalu dilalaikan oleh umatnya. Disinilah kehebatan Ahmad Dhani, selain mengajak umat manusia untuk bermunajat melalui lagu-lagu nya. Dia juga mengajarkan untuk introspeksi diri, bahwa nikmat-nikmat tuhan sudah kita sia-siakan begitu saja.

Penulis : Irgi Nur Fadil