Menjadi Wanita Karir, Harus Percaya Diri

Menjadi Wanita Karir, Harus Percaya Diri
Dalam era globalisasi ini keterlibatan perempuan sangat esensial. Hampir tidak terlihat lagi perbedaan antara laki-laki dengan perempuan. Keduanya memiliki hak, status, peranan, dan kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi dalam struktur masyarakat modern.

Kalimat "Perempuan tidak usah menye-menye. cukup dirumah, mengurus anak, melayani suami. Kerja perempuan hanya seputar di dapur, disumur, dan di kasur" sepertinya sudah kedaluwarsa.

Kalau kita amati dewasa ini, hampir tak ada lagi pekerjaan laki-laki yang tidak dapat dilakukan oleh perempuan, walaupun tidak semua perempuan dapat melakukannya. 

Sangat bertolak belakang dengan nuansa delapan puluh tahunan dimana kaum perempuan hanya sebatas rumah dan pasar, sebuah lingkaran sempit, karena kaum perempuan dianggap mustahil mengerjakan apa yang dilakukan oleh laki-laki dengan alasan lemah fisik dan mental.

Dalam era globalisasi ini keterlibatan perempuan sangat esensial. Hampir tidak terlihat lagi perbedaan antara laki-laki dengan perempuan. Keduanya memiliki hak, status, peranan, dan kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi dalam struktur masyarakat modern. 

Seiring dengan perkembangan zaman kita tidak asing lagi dengan perempuan bekerja sebagai buruh pabrik, menjadi sopir angkot, pilot, CEO perusahaan, bahkan menjadi dewan legislatif suatu negara. Hal ini tentu saja merupakan sebuah perubahan positif di era modern untuk para perempuan bisa memberdayakan potensinya.

Menjadi seorang wanita karier bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah untuk dilakoni. Mengingat bagaimanapun juga seorang wanita, khususnya bagi mereka yang telah berumah tangga, adalah seorang istri sekaligus ibu yang tetap memiliki tanggung jawab besar didalam mengurus keluarga.

Ada banyak hal yang patut dipertimbangkan oleh seorang wanita karier didalam menjalankan kedua tanggung jawab yang diembannya. Terutama didalam membagi waktu dan perhatian secara maksimal dan hal ini tentu tidak mudah untuk dilakukan. Untuk menjadi wanita karir juga harus memiliki sikap aktif didalam menjalankan segala kewajiban dan tanggung jawab saat bekerja.

Wanita harus memiliki berbagai ide cerdas dan kreatif sehingga dapat menjadi sebuah kontribusi yang berarti bagi perusahaan. Menurut saya memenangkan hati atasan dan rekan-rekan kerja dengan cara bersikap baik dan peduli terhadap kepentingan yang berhubungan dengan kelancaran pekerjaan dikantor. Hal ini akan membuat kondisi kerja yang menyenangkan dan terasa nyaman bagi semua orang.

Untuk menjadi seorang wanita karir itu sangat penting memiliki rasa percaya diri dan rasa antusias dalam mengerjakan setiap tugas yang diberikan atasan. Selesaikan semuanya dengan dengan baik dan tepat waktu sehingga pengakuan dan percaya terhadap kinerja semakin besar dari lingkungan kantor.

Wanita tetaplah terus berusaha meningkatkan kinerja dikantor dengan cara selalu mengembangkan potensi diri. Caranya adalah terus menambah pengetahuan yang pada akhirnya akan bermanfaat bagi pekerjaan dan karier.

Jangan pernah bosan untuk terus belajar dan menguasai berbagai macam keterampilan yang dapat menambah kinerja, karena hal itu merupakan sebuah bentuk investasi bagi kelangsungan karir dikemudian hari, dan jangan biarkan pikiran negatif memenuhi pikiran dan membuat segala sesuatunya menjadi terlihat sulit serta terasa membebani diri sendiri karena hal itu sangat merugikan dan mengacaukan diri wanita karier itu sendiri.

Terlebih di era 4.0, selain mengimplementasikan fitrah sebagai seorang wanitan juga harus memiliki kiprah yang nyata dan bermanfaat bagi dirinya, masyarakat dan bangsa. Karena seorang perempuan hebat adalah perempuan yang fleksibel terhadap tantangan zaman dan selalu menginspirasi.

_

Penulis : Amanda (Korps PMII Puteri Batam)

Editor : Irgi Nur Fadil