Mengejutkan, Warek III UNUSIA klarifikasi Pemalsuan SK Perpanjangan Masa Jabatan BEM UNUSIA Periode 2019/2020

Mengejutkan, Warek III UNUSIA klarifikasi Pemalsuan SK Perpanjangan Masa Jabatan BEM UNUSIA Periode 2019/2020

Jakarta – Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta melayangkan surat yang berisi tentang klarifikasi terkait pemalsuan Surat Keputusn Perpanjangan Masa Jabatan BEM UNUSIA periode 2019/2020. (11/3)


Beberapa hari ini mahasiswa UNUSIA Jakarta sedang dihebohkan dengan SK palsu yang beredar. Surat keputusan tersebut berisi tentang perpanjangan masa jabatan BEM UNUSIA periode 2019/2020. Di dalam surat tersebut disebutkan bahwa : “Sehubungan dengan kondisi pandemik covid-19 yang mengakibatkan belum efektifnya kegiatan ormawa maka dipandang perlu memperpanjang masa jabatan Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa  (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Periode 2019/2020.”


Pada poin berikutnya, di dalam surat tersebut memutuskan tiga hal penting diantaranya adalah : “Memperpanjang masa jabatan Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Periode 2019/2020 sampai dengan 30 April 2021.”


Tidak hanya itu, ternyata pada lembar berikutnya juga terdapat pemalsuan yang lebih fatal, yaitu pemalsuan data pada struktur kepengurusn Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia periode 2019/2020. Di dalam surat tersebut tertulis bahwasanya presiden mahasiswa tersebut atas nama “DIMAS PRAYOGA” dengan wakil presiden mahasiswa atas nama “MUHAMMAD LUTFI JALALUDIN”. Sedangkan pada SK yang asli presiden mahasiswa atas nama “MUHAMMAD ABDUL AZIZ” dengan wakil presiden mahasiswa “DIMAS PRAYOGA”.


Ditengah kegaduhan yang terjadi ini, pada hari rabu tanggal sebelas maret lalu Wakil Rektor III UNUSIA atas nama Ahmad Nurul Huda, M.Pd melayangkan surat klarifikasi. Surat dengan nomor 033/Dir.III/200.01.11/III/2021 itu menjelaskan bahwa “Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia TIDAK PERNAH mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 504/Rek/200.03.11/X/2020 tanggal 31 oktober 20202 tentang Perpanjangan Masa Jabatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia periode 2019/2020.”


Surat yang ditujukan kepada Civitas Akademika di Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia tersebut menegaskan bahwa “Apabila beredar surat tersebut, maka merupakan bentuk pemalsuan dokumen dan suatu yang tidak dibenarkan.”


Klarifikasi yang diberikan oleh Wakil Rektor III UNUSIA nyatanya tidak mampu meredam gonjang – ganjing yang terjadi. Surat klarifikasi ini justru menjadi viral di kalangan mahasiswa dan menjadi bahan yang sangat kuat untuk para mahasiswa mencari kebenaran tentang siapa dalang dibalik pemalsuan surat keputusn tersebut. Beberapa mahasiswa mengunggah surat tersebut di akun media sosialnya masing – masing dengan susunan kata yang beragam pada caption mereka, diantaranya adalah “Rektor UNUSIA sama sekali tidak pernah mengeluarkan SK perpanjangan jabatan BEM UNUSIA. Apalagi Atas nama Dimas Prayoga yang sedang mencalonkan diri sebagai Koordinator Pusat BEMNUS. Presiden Mahasiswa UNUSIA JAKARTA adalah Muhammad Abdul Aziz dan belum ada pergantian karena PEMIRA sedang dijadwalkan.”


Sampai dengan terbitnya tulisan ini, kami belum menemukan klarifikasi yang akurat dari pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia baik itu dari Muhammad Abdul Aziz selaku Presiden Mahasiswa yang sah pada SK yang asli ataupun Dimas Prayoga selaku Presiden Mahasiswa pada SK palsu yang tidak pernah dikeluarkan oleh pihak rektor.