Manusia Sejatinya Khalifah di Bumi

Manusia Sejatinya Khalifah di Bumi
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah mengetahui lagi Maha Mengenal" (Al-Quran surat al-hujurat ayat 13).

Dalam islam manusia diciptakan untuk dijadikan pemimpin dimuka bumi ini. Mereka yang akan menciptakan kesejahteraan dan kejahatan, mereka pula yang akan menimbulkan api kerusuhan.

Tuhan menciptakan manusia dari jenis laki-laki dan perempuan untuk saling mengenal, selain itu untuk saling mengasihi tanpa melihat siapa yang menjadi objek yang dikasihi. Penulisan ini akan terfokus pada hal perempuan. 

Perempuan adalah anugerah terhebat ilahi dengan buaian estetika takjub keindahan. Semangat juang yang mampu menularkan optimism membakar jiwa bahkan dapat membangkitkan jiwa yang dianggap lemah menjadi kuat bak baja. Kritis dalam memprovokasikan agar bangsa terus menjadi yang terdepan dan tak fakir impi, penuh dengan harapan bangsa. 

Negeri ini pun terlahir dari rahim perempuan yang dimulai dengan doa-doa disetiap sujud akhirnya. Genetik bukanlah sekat untuk alasan melangkah maju. Lepas dan hempaskan kebodohan berselimut keapatisan teori. 

Perempuan bukan makhluk yang lemah tak mempunyai tenaga, hanya saja perempuan pandai mengendalikan amarahnya, mengedepankan perasaan saat situasi sedang memanas. Akan tetapi, tak dapat dipungkiri juga bahwa perempuan pun memiliki egonya tersendiri saat keinginannya tak terpenuhi. Seperti; ibu yang memarahi anaknya saat tak mendapat kan nilai bagus, atau ketika anaknya tak mau makan.

Tak ada kesenjangan antara laki-laki dan perempuan, semua memiliki hak dan kewajiban yang sama sesuai porsinya. Saat ada yang menjatuhkan atau merendahkan perempuan maka secara tidak langsung sudah melewati batasan, bahwasannya perempuan secara agama telah diangkat derajatnya. Kembali lagi atas tindakan atau bagaimana tingkah perempuan dimuka bumi ini, agar tak menjadi pengundang nafsu kaum Adam dalam jurang kenistaan.
Dilihat dari segi hukum negara khususnya negara Indonesia, perempuan terlindungi secara tertulis maupun tidak tertulis. Akan tetapi yang disayangkan adalah saat perempuan sudah dilindungi, disisi lain perempuan merasa paling tinggi derajatnya, bertingkah tanpa pedoman-pedoman agama bahkan menuntut agar kedudukan perempuan lebih tinggi dari pada laki-laki. Sehingga kerap kali kita jumpai kekeliruan persepsi tentang kesetaraan gender dalam perspektif Al-Quran. "Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah mengetahui lagi Maha Mengenal" (Al-Quran surat al-hujurat ayat 13).

Fungsi terciptanya laki-laki dan perempuan ialah agar saling mengenal, menjalin komunikasi secara harmonis, menebarkan cinta kasih yang tiada pilih kasih, menjadi makhluk yang penyayang tanpa pandang siapa yang disayang. Tak ada lagi kesenjangan antara laki-laki maupun perempuan yang ada adalah bermelodo dalam lantunan kedamaian. Sebagai perempuan pun yang sudah memiliki kebebasan maka berperilaku lah sesuai aturan.