Mahasiswa Melawan Profesor

Mahasiswa Melawan Profesor

Mahasiswa Melawan Profesor
Gambar. Ilustrasi

Setelah gagal dalam Ujian Akhir Semester (UAS) untuk matakuliah Filsafat Ngilmu, Mardud menemui Profesor Jinjo di ruang kerjanya. “Prof, sebenarnya sampeyan ini benar-benar menguasai materi Filsafat Ngilmu apa tidak, sih ?”

Profesor menanggapi: “Ya pasti dong, jika tidak menguasai mana mungkin saya diangkat sebagai profesor untuk matakuliah ini.”

Mardud: “Baik, kalau begitu ijinkan saya mengajukan sebuah pertanyaan. Jika sampeyan bisa menjawab, maka saya ikhlas menerima nilai D; dan jika sampeyan tidak mampu menjawab maka saya memohon dengan sangat untuk merevisi nilai saya menjadi A.”

Profesor Jinjo: “OK, mana pertanyaannya ?”

Mardud: “Mohon jelaskan tentang sesuatu disebut legal tetapi tidak logis, logis tetapi tidak legal, dan tidak logis dan tidak legal.”

Karena Profesor Jinjo tidak mampu menjawab, maka dia dengan terpaksa mengubah nilai UAS Mardud dari D menjadi A, namun demikian Profesor Jinjo sangat penasaran dengan pertanyaan dari Mardud tersebut. Kemudian Prof Jinjo memanggil salah satu mahasiswanya yg terkenal cerdas untuk dimintai bantuan. Inilah jawaban si mahasiswa paling cerdas:
“Begini Prof, kini usia anda 63 tahun dan anda mengawini wanita yg berusia 27 tahun. Ini perbuatan legal tetapi tidak logis.
Isteri anda memiliki teman selingkuh yg usianya 24 tahun; ini perbuatan tidak legal tetapi logis.
Dan yg terakhir adalah fakta nyata, teman selingkuhan isteri anda, anda beri nilai A yg sebenarnya dia terbukti gagal dalam UAS. Ini benar-benar perbuatan yg tidak legal dan tidak logis.”

Profesor Jinjo: “Aaah, uuuuh, errrg, dada saya sakit nih.”