Mahasiswa Mati ditengah Pandemi

Mahasiswa Mati ditengah Pandemi

Hallo teman – teman yang digadang - gadang sebagai kaum terpelajar dan kaum intelektual bangsa. Apa kabar hari ini ?

Sudah berapa chanel youtube yang ditonton ? Sorry – sorry, maksudnya sudah berapa buku yang dibaca selama pandemi ini ?

 

Ngomong – ngomong soal pandemi, nggak terasa kita sudah dirumahkan sejak delapan bulan yang lalu. Pada awalnya seneng sih, dapat info dari grup kelas bahwasanya kita libur selama dua minggu, itu berarti kita nggak bakal bolak – balik ke kampus selama dua munggu. Tapi sialnya, ternyata kita dirumahkan selama delapan bulan, dan berdasarkan ketetapan yang beredar kita bakal tetap dirumahkan sampai akhir tahun 2020 ini atau bahkan lewat dari tahun ini. Bosen nggak sih gaes ?

Disela – sela isu pandemi ini ternyata bukan hanya ekonomi saja yang mengalami krisis. Sadar nggak sih lambat laun kita sebagai mahasiswa ini juga mengalami krisis selama pandemi. Krisis kuota, krisis ilmu, krisis pengetahuan dan masih banyak lagi.

Kegiatan kuliah dilakukan secara daring. Kalau lagi pada rajin on time 09.00 sudah di depan laptop/hp sampai jam 16.00. kalau lagi males un mute dan matikan vidio setelah itu tiduran, ditengah kuliah terkadang sinyal buruk. Al hasil tiduran deh, kalau nggak tiduran nge youtube, syukur – syukur kalau ada yang sadar diri untuk baca buku, ya walaupun Cuma sekedar baca novel.

Saya sepakat bahwa mahasiswa mulai mati ditengah pandemi ini. Secara jasad memang masih bernafas dan masih bernyawa, tapi secara intelektual sudah mulai sekarat menuju mati. Bahkan banyak pengakuan yang beredar di instagram, facebook ataupun tik tok – tik tok yang mengatakan “Kuliah dirumahkan putih kaga makin bego iya” ada juga yang nyeletuk “Kuliah daring kuota habis otak gue nangis”.   Wadduh.. ini pengakuan yang sangat sangat mewakili sih, hehe.

Jadi gimana temen – temen, sampai sini sepakat bahwasanya di 2020 ini para kaum intelektual sudah mulai sekarat ?