Kenapa Film Romantis itu Isinya Pasangan Bucin? Ya Karena durasi Film cuma dua jam. Coba Dua Tahun, Ujung-ujunge Mung Pisuh-pisuhan. wkwkw

Kenapa Film Romantis itu Isinya Pasangan Bucin? Ya Karena durasi Film cuma dua jam. Coba Dua Tahun, Ujung-ujunge Mung Pisuh-pisuhan. wkwkw

Sewaktu masih kecil, saya kepengin jadi Conan. Bukan karena di Detective Conan, Conan adalah tipe bocil yang baik hati, tidak sombong, dan mungkin gemar menabung, melainkan karena ada hasrat menumpas kejahatan yang masuk akal.

Kepengin aja saya nabokin kakak kelas, yang sok keren dan gantheng, padahal tampang doang, nikahin pacarnya aja ogah. Itu semua hanya bisa terjadi jika saya berubah jadi bocil, yang tak pernah dianggap namun pandai berstrategi.

Jelas, manusia bukanlah Anime. Socrates juga cuma berandai-andai. Saat berbuat dosa, pengkhianatan, asusila, atau katakanlah berbuat mesum, ya resikonya ketahuan. Konsekuensinya, malu dan dihukum, baik hukum dunia atau hukum akhirat. Sepanjang bisa mengelak, sebisa-bisanya mengelak.

Dalam dunia hiburan ketika kamu gabut dan berpikiran untuk nonton film romantis, terkadang akan lebih nyaman ketika film itu berakhir happy ending. Apalagi kalau ceritanya sampai pasangan bucin pacaran berakhir menikah. Namun yang tidak kita ketahui bagaimana episode setelah mereka menikah? toh setelah menikah kita ga tau cara ngadepi mertua bagaimana, terus kalo bangun kesiangan, cara ngadepin omelannya istri kudu ngapain.Ujung-ujungnya kalau suami gregeten dan pendemennya dikeluarin, akan jadi perang abab yang berakhir ga karuan.

Udahlah lur, kita realistis aja ngadepi cinta. Toh juga drama-drama romantis ga seserius itu mbuktiin cinta ke pasangannya. Mereka dalam film lebih banyak gampangnya, ya karena kita tidak tau gmna lelahnya nibo tangi beli paketan data. Tau-tau ketemuan terus mesem-mesem, paling kalo ada masalah juga sering-seringnya ada orang ketiga. Helleh basi, (penulis sok kuat)

Umpomo durasi film romantis iku 2 tahun, paling ndak yo ono greget-gregete wkwkwk

Yoweslah...