Kaum Hawa, Jangan Bikin Prince Mateen GR

Kaum Hawa, Jangan Bikin Prince Mateen GR

Belakangan ini kasus pelecehan seksual Sexual Harassment bukan hanya terjadi pada perempuan, mirisnya di negeri mayoritas muslim ini pelecehan seksual tersebut terjadi pada laki-laki, yakni seorang Pangeran dari Brunei Darussalam bernama Abdul Mateen atau biasa di panggil Pangeran Mateen, ia adalah putra ke Empat dan Anak ke Sepuluh Sultan Hassanal Bolkiah. Seperti halnya pada beberapa hari lalu #princemateen menjadi topik teratas pada media sosial.

Maka sudah jelas bahwa pelecehan seksual bukan hanya secara fisik, secara nonfisik pun dapat melalui media sosial atau online pun bisa melakukan sebuah pelecehan seksual. Seperti yang di alami oleh pangeran Abdul Mateen di kolom komentar media sosialnya. Banyak perempuan norak dan lebay yang terlalu berlebihan, menurut saya.

Soal cewek-cewek yang norak dan lebay, hingga menyeret-nyeret pacar Prince Mateen dalam lingkaran halusinasi tai kucing mereka, memang sudah ketebak. Kita nggak bakalan lupa bagaimana Prince Mateen dilempari komentar “rahim anget” “Crotnya di dalam ya sayang” cuma karena kelihatan retakan perutnya saja saat selebrasi. Hadeeeh, kayak nggak pernah liat iklan L-Men aja.

Mirisnya. Sunguh miris komentar yang hampir seluruhnya perempuan membanjiri akun sang pangeran dengan membahas hal yang tak pantas diucapkan, bahkan bukan hanya akun sang pangeran saja yang di komentarkan kata kata tidak pantas melainkan kekasih sang pangeran juga di lontarkan oleh kaum hawa di Indonesia dengan kata kata yang lebay dan norak.

Bisa di lihat oleh kasus diatas bahwa Pelecehan seksual bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, juga tanpa melihat usia dan juga gender dari korban. Saat ini banyak perilaku atau pun komentar yang menyalahkan korban pelecehan seksual, padahal hal tersebut tidak dapat dibenarkan karena akan semakin membuat korban semakin merasa bersalah atau depresi. Jika tidak dapat memberikan dukungan pada korban, ada baiknya diam dan tidak berkomentar secara langsung pada korban.

Tanpa disadari, perilaku pelecehan seksual ada di sekitar kita dan bisa menyerang kita atau pun orang terdekat kita. Bankan tanpa sadar, kita juga bisa menjadi pelaku pelecehan seksual. Jangan pernah lengah dan lindungi diri kita serta orang-orang di sekitar kita untuk terhindar dari perilaku ini.

Apakah kamu masih menyalahkan pakaian terbuka atas pelecehan seksual yang terjadi padahal korban laki-laki?

Penulis : Rizkya Rifda Hidayat (Mahasiswa Universitas Tarumanegara)