Kang Santri #2 (Beruntungnya aku sedang sial)

Kang Santri #2 (Beruntungnya aku sedang sial)
Kang Santri #2 (Beruntungnya aku sedang sial)

 

Ia pun mulai melancarkan aksinya disaat teman – teman santri yang lain sedang disibukkan dengan rutinitas pengajian.

Saat Bintang akan melaksanakan aksinya, tanpa Bintang sadari ternyata ada 2 santri putri yang melihatnya sedang berjalan diam-diam menuju gerbang utama.

 

"Bukankah itu santri putra baru yang kemarin datang ya Vi ?" Tanya Bulan.

"Iya lan, itu yang kemarin datang bersama orang tuanya". Jawab Selvi.

"Mau kemana dia, ko berjalan diam-diam udah kaya maling aja". Fikir bulan.

 "Oh mungkin dia mau kabur Lan". Pendapat Selvi mengagetkan Bulan.

"Oh iya bisa jadi, ayo kita ke Abah untuk laporan". Sadar bulan.

 

Dengan cepat kedua santri putri itupun bergegas menemui Abah untuk melaporkan kejadian tersebut.

 

Nasib sial menimpa Bintang. Alih – alih kabur dari asrama yang selalu ia sebut sebagai tempat mengerikan itu, Bintang justru ketahuan oleh salah satu ustad pesantren disaat hendak kabur. Karena perbuatannya itu, Bintang pun mendapat hukuman dari sang ustad.

"Ah sial, aku tidak sadar ternyata ada dua santri putri yang melihatku berjalan diam-diam seperti maling menuju gerbang. Nasibku memang sangat buruk kini aku harus menjalankan hukuman karena tertangkap basah pak kyai saat akan membuka gerbang utama". Kesal bintang

Kini dia harus berdiri memberi hormat menghadap bendera yang berdekatan dengan gerbang utama.

 

Ditengah hukuman yang Bintang jalani, tidak sengaja ia bertemu salah satu santri. Sosok gadis pintar dan cantik memiliki mata yang indah, hidung yang mancung, kulit yang putih dan  bersih, saat itu Bulan terbalut baju gamis berwarnna hijau berkerudung putih menambah cantik dan keanggunannya. Saat kerudung putih tertiup angin menambah keanggunannya. Saat berbincang dengan Selvi dia pun menyunggingkan senyum, senyuman manis itu menambah ayu wajah bulan yang cantik dengan penampilannya yang anggun dan santun.

Tanpa sadar ternyata Bintang sedang menatapnya, Bintang yang tadinya mengantuk menjalankan hukuman menjadi sangat terkagum-kagum karena melihat wajah cantik Bulan. Saat Bulan berjalan tanpa sadar matanya tidak berkedip sama sekali, sampai akhirnya Bulan menghilang tertutup oleh pilar mesjid.

 

Penulis  : Isna Mulani Atihi

Editor    : Dea Oktaviana