Jurus Jitu Menolak Omnibus Law

Jurus Jitu Menolak Omnibus Law

Di tengah hiruk pikuk dan segala keruwetan yang terjadi di Indonesia, masih dihajar pandemi yang kurvanya masih tinggi pula, kita perlu menaruh perhatian pada satu masalah: Omnibus Law yang dikebut DPR RI yang disahkan kemarin ternyata menyita perhatian para aktivis di indonesia.

Nyaris semua elemen menolak Omnibus Law. Aksi menolak Omnibus Law RUU Cilaka pun mencuat kembali kemarin ketika DPR mengadakan sidang paripurna untuk mengesahkan Omnibus Law ini. Media sosial pun ramainya bukan main, didominasi tagar #BatalkanOmnibusLaw.

Sepertinya bukan hal yang berlebihan jika saya menganggap dunia aktivis kita saat ini adalah soal: “Tolak, tolak, dan tolak!”

Sayangnya informasi mengenai aksi menolak Omnibus Law hanya bergelora hebat di media sosial, tidak dengan media massa nasional. Bukan nggak memberitakan, hanya saja porsinya sangat sedikit. Berita yang tersuguhkan ke masyarakat pun sekadar informasi luar.

Terutama di televisi. Berita-berita demo paling-paling cuma “Massa Demo Tolak Omnibus Law Datangi Gedung DPR”, atau “Massa Mulai Berdatangan”. Alih-alih memberikan edukasi soal kenapa Omnibus Law ditolak dan poin-poin mana saja yang krusial, si pembaca berita malah menjelaskan apa yang disorot kamera.

Namun begini sahabat-sahabat, unjuk rasa menolak Omnibus Law itu melibatkan publik, untuk itu saya akan memberikan beberapa jurus ampuh untuk menonal Omnibus Law ini.

Pertama, Pindah Tempat Demo

Berhari-hari demo di gedung DPR nggak ada sama sekali niat baik dari DPR untuk mempersilahkan masuk rakyatnya yang sedang silaturahmi malah mandiin gas air mata. Yasudahlah, kita lupakan gedung DPR sekarang waktunya kita menata niat untuk pindah silaturahmi ke kantor partai politik. Ya to, kan yang duduk di dalam fraksidari berbagai partai kenapa kita tidak datangi kantor mereka saja, kalau di tempat kerja dia ndak dikasih waktu untuk berbincang.

Yang Kedua, Gerakan Golput

Rakyat hanya sebagai alat untuk mendulang suara partai dengan kekecewaan yang amat berat ini marilah kita bersama-sama untuk berdo’a kepada yang tuhan maha esa agar semua rakyat indonesia golput dalam pilkada 2020 ini. Dengan memberikan pelajaran kepada partai politik bahwa rakyat melawan mereka tak punya teman. Coba perhatikan baik-baik sahabat, setiap kontestasi pilkada, pileg maupun pilpres, anggota partai seakan-akan sebagai superman yang membawa jargon pro rakyat namun setelah selesai kontestasi seakan-akan mereka menjadi dewa dan rakyat diludahi begitu saja. Hemm, moralnya dimana.

Yang Ketiga, Matikan HP dan Berangkatlah Mancing

Situasi seperti ini linimasa media sosial ramai dengan konten yang berbau dengan omnibus law, dari meme ketua DPR nona puan hingga flayer mosi tidak percaya bertebaran layaknya layang-layang. Berbagai model dan bentuk mengiasi feed media sosial. Hal ini mungkin bisa membahayakan orang yang belum bisa memfilter informasi.

Daripada hal itu menganggu fikiran anda lebih baik matikan handphone anda dan siapkan peralatan mancing, dan pergilah mancing untuk memikirkan nasib anda setelah omnibus law ini tertanda tangi oleh presiden.

Penulis : Irgi Nur Fadil