Jeritan Rakyat: Pandemi COVID-19

Jeritan Rakyat: Pandemi COVID-19

Berbicara tentang covid-19 sebuah virus yang sekarang sedang ditakuti oleh hampir seluruh rakyat Indonesia bahkan hingga negara – negara di dunia tentunya kita tidak asing lagi dengan masker, hand sanitizer, Alat Pelindung Diri (APD) serta disinfektan.  Bahan dan alat tersebut belakangan ini di gadang-gadang mampu untuk menghambat sebaran virus covid – 19. 

Dengan terus meningkatnya grafik penyebaran covid -19, banyak kalangan artis, selebgram atau kolega lainya yang  memberikan bantuan untuk penanggulangan virus ini. Beberapa diantaranya menyumbangkan sebagian besar hartanya, bahkan ada juga yang terjun langsung ke lapangan dengan membagikan sembako kepada para pekerja harian dan orang – orang yang dianggap kurang mampu. 

Sudah hampir dua minggu kita berada di sistem WFH (Work Form Home). Dimana kita harus bekerja di rumah, bahkan tidak diperbolehkan keluar rumah, hanya dalam keadaan mendesak saja masyarakat diperbolehkan untuk keluar rumah. 

Hal ini tentu menimbulkan kejanggalan di tengah masyarakat. Ada sebagain orang yang senang dengan diberlakukannya kebijakan ini, namun beberapa diantaranya justru merasa sebaliknya. Mengapa demikian ? untuk kalangan menengah ke atas ketika berada di sistem WFH mungkin sangat menyenangkan dan banyak nilai plus yang bisa mereka ambil, salah satunya adalah menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan keluarga, karena pada masa sebelumnya, dengan kegiatan pekerjaan yang menumpuk sangat kurang sekali waktu berkumpul dengan keluarga. 

Akan tetapi, sadarkah kita, kebijakan ini dianggap kurang menguntungkan bagi kalangan menengah ke bawah. Sebab, mereka yang berasal dari kalangan menengah ke bawah adalah orang – orang yang rata  rata pekerjaannya adalah pekerjaan harian, semisal orang – orang yang berjualan makanan, tukang parkir, tukang bangunan dan lainya. Mereka adalah para pekerja yang mengandalkan penghasilan hari ini untuk kemudian dinikmati keesokan harinya. Jika mereka menerapkan Work Form Home dalam kesehariannya, lalumereka akan makan apa ?

Semua orang sibuk berdonasi untuk memberikan bantuan kepada mereka, namun tau kah anda, bantuan itu hanya bertahan untuk satu atau dua hari ke depan, dan pada hari selanjutnya mereka tetap harus keluar rumah memerangi virus – virus tersebut untuk bisa bertahan hidup dan mereka tidak pernah tau bahwa pertahanan hidup yang mereka lakukan itu juga nyaris menjumpai kematian.

Lalu bagaimana Indonesiaku  ? Sampai sekarang pemerintah belum bisa menemukan solusi apa yang terbaik untuk kalangan menengah ke bawah dan untuk segala polemik yang ditimbulkan COVID-19.

Penulis : Miftahul Jannah (Ketua KOPRI PK PMII Universitas Mercu Buana).