Guru itu Penting, Orang Tua Jauh Lebih Penting

Guru itu Penting, Orang Tua Jauh Lebih Penting

Negara didirikan bukan untuk barang bercandaan. Pendidikan adalah salah satu tujuan fundamen negara. Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah amanat pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang tidak boleh diganggu gugat. 

Tan Malaka pernah berkata bahwa pendidikan sejatinya adalah proses untuk mempertajam kecerdasan. Pendapat tersebut relevan dengan hakikat pendidikan sebagai cara manusia untuk memiliki otoritas diri secara intelektual, eksistensial, dan sosial.

Tetapi realitanya, dari beberapa kalangan masih ada yang hanya mementingkan kecerdasan secara akademik saja tanpa memberi pemahaman dan membiasakan akhlak baik kepada anak sejak dini. Anak harus belajar, belajar, dan belajar. Mindset seperti itulah yang harus dirubah bahwa akhlak lebih penting daripada ilmu. 

Ulama mengatakan Al Adabu Fauqal `Ilmi adab itu lebih tinggi daripada ilmu. Anda tau para koruptor? Pintar, berwawasan luas tapi sayang tidak berakhlak sehingga berani mengambil hak orang lain. 

Orang tua tidak bisa hanya mengandalkan lembaga sekolah terhadap berhasilnya suatu pembelajaran. Selain pendidik, orang tualah yang memegang peran penting terhadap berhasilnya proses pembelajaran. 

Perilaku itu dibentuk, bukan diturunkan. Bagaimana membentuknya? Melalui pendidikan. Pendidikan di rumah, di sekolah, di masyarakat, dan di berbagai tempat. Bagian ini jarang kita bahas.

Maka kerja sama serta komunikasi antara orang tua dan pendidik sangatlah penting. Jika di sekolah para pendidik memberikan wawasan tentang akhlak mulia, maka kewajiban orang tua adalah menindak lanjuti apa yang sudah dipelajari di sekolah, memastikan pembelajaran dapat diimplementasikan pada kehidupan sehari hari seperti Anak mampu berkata baik ketika meminta tolong, anak mampu duduk dengan tenang ketika makan dan minum.

Kita dapat membiasakan akhlak yang baik dimulai dari hal yang sederhana seperti itu, tentunya disertai dengan metode keteladanan, ya. Orang tua memberikan contoh berperilaku dan berkata dengan baik. 

Kecerdasan akademik bukanlah segalanya, masih banyak aspek penting lainnya yang harus diperhatikan seperti sosialisasi, motorik, behavior, kemandirian dan lain-lain.

Penulis : Siti Istiana Wahid (Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia)