Gelar Mastasa, Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Siapkan Santri Unggul dan Berkualitas.

Gelar Mastasa, Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Siapkan Santri Unggul dan Berkualitas.
Gelar Mastasa, Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Siapkan Santri Unggul dan Berkualitas.

 

Seperti pada tahun sebelumnya, Masa Ta'aruf Santri atau yang biasa disingkat dengan kata MASTASA  menjadi ajang perkenalan sekaligus alat untuk saling mempererat tali silaturahmi antar  sesama santri,  asatid - asatidzah dan juga seluruh jajaran pengurus pesantren.

Kegiatan yang diselenggarakan sejak 13 September ini merupakan kegiatan yang wajib untuk diikuti oleh seluruh santri baru, baik santri putra maupun santri putri.

Seluruh santri Pesantren Ekonomi Darul Uchwah begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Sejak pagi mereka mulai memadati ruang lantai 3 yang merupakan titik kumpul kegiatan. Pasalnya pada tahun ini kegiatan mastasa tidak hanya sekedar pengenalan lingkungan pesantren dan sowan kepada   pengasuh, akan tetapi di barengi pula dengan pelantikan Pengurus Pesantren Masa Khidmah 2019/2020.

Ditemui dalam kegiatan tersebut, Irvan Nur Romadhon selaku Ketua Pelaksana menjelaskan bahwasanya tujuan dari diadakannya mastasa pada tahun ini adalah untuk memperkenalkan tentang Pesantren Ekonomi Darul Uchwah dan juga memperkenalkan seluruh aspek - aspek yang berada didalamnya mulai dari pengasuh, asatid - asatidzah, pengurus hingga tokoh tokoh masyarakat.

Ust. Akhmad Nurul Huda selaku lurah pesantren juga menjabarkan bahwasanya dalam kegiatan ini akan dilakukan penanaman karakter dan sikap kepada seluruh santri baru, agar lebih memahami akhlak seperti apa yang seharusnya dimiliki oleh para santri.
"Sejatinya ketika kita memutuskan untuk menjadi santri, maka kita sedang memikul tanggung jawab untuk menjaga akhlak, tutur kata dan sopan santun kita dimana pun kita berada, "ujar beliau.

Sesi yang paling ditunggu - tunggu dari pembukaan kegiatan mastasa ini ialah tausiyah dari Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Romo KH. Dr. Mujib Qulyubi yang sekaligus merupakan Rais Surya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Dalam tausiyahnya beliau menjelaskan bahwasanya didalam dunia pesantren terdapat beberapa kualifikasi yang berbeda dari sekian banyak santri, ada yang memang dia ingin mondok dan orang tuanya mendukung, ada pula yang ingin mondok tetapi orangtuanya tidak mendukung dan begitu pula sebaliknya.

Dari bermacam kualifikasi tersebut maka tugas kita sebagai sesama penghuni pesantren adalah saling menguatkan satu sama lain. Disinilah peran pengurus pesantren sangat dibutuhkan, pasalnya, ketika seseorang mendapat ketidakcocokan dengan kehidupan dilingkungan yang ia tinggali, maka akan cenderung merasa tidak betah dengan keadaan tersebut. Maka dari itulah pengurus bertugas untuk mulai memahami psikologi masing - masing santri dan membuatnya nyaman agar betah berada di pesantren tersebut.