Festival Anak Soleh Ajang Meningkatkan Kreativitas

Festival Anak Soleh Ajang Meningkatkan Kreativitas
Festival Anak Soleh di desa Pabuaran

Dalam rangka menghadapi era globalisasi saat ini maka diperlukan seseorang yang berkualitas, berpotensi, mandiri, dan kreatif. Di samping itu juga diperlukan Ukhuwah Islamiyah yang kokoh antara sesama muslim, dan disitulah diperlukannya peran anak.

Hari ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia yang ke 74 ini di manfaatkan Pemerintah Desa Pabuaran dan mahasiswa KKN (kuliah kerja nyata) UNUSIA Jakarta kelompok Harokah, untuk menggelar festival anak soleh (FAS). Kamis (15/8).

Festival anak Soleh ini di ikuti seluruh santri TKA,TPA, dan Paud se-desa Pabuaran. Gelaran ini bertujuan untuk syiar Islam menumbuhkan, mengembangkan dan kreativitas santri.

Acara ini di buka oleh kepala Desa Pabuaran,  dalam kesempatan sambutannya menyampaikan, bahwa festival anak soleh ini baru di gelar. Sebelumnya dalam memperingati HUT RI hanya mengadakan lomba dalam kategori olahraga.

"Festival Anak Soleh ini sangat bermanfaat bagi generasi penerus, bisa menumbuhkan kreativitas dan mentalnya. FAS ini harus selalu di adakan kedepannya", ucapnya di hadapan hadirin dan peserta lomba.

Selain itu kepala Desa juga berterima kasih banyak kepada mahasiswa yang telah membuat kegiatan ini dalam memperingati HUT RI yang ke 74 di Desa Pabuaran.

Ustd Rodiyah selaku kordinator FAS, menuturkan bahwa FAS ini juga menjadi waktu menghasilkan generasi yang mampu mengintegrasikan ilmu amaliyah dan amal ilmiyah dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, lahir individual yang soleh kepada Tuhan dan miliki kesolehan secara sosial.

"Melalui FAS ini kami mengajak semua pihak meningkatkan perhatian dan kepedulian terhadap perkembangan anak, membekali pendidikan baik dan terarah dan menyisihkan waktu bermain dengan anak dan jadi sahabat bagi anak," ungkap Rodiyah.

Sejumlah lomba yang diadakan mulai dari Adzan, mewarnai, hafalan surat pendek, pidato dan doa harian. Dalam pembukaan acara ini di hadiri oleh Kepala Desa Pabuaran, Kordinator Lomba ustad Rodiyah,  ketua MUI desa Pabuaran dan sejumlah tokoh masyarakat.