Epidemi Informasi, Ini kata PMII Jakarta Barat

Epidemi Informasi, Ini kata PMII Jakarta Barat

Penyebaran pandemi coronavirus disease (Covid-19) di Indonesia makin mengkhawatirkan masyarakat terutama DKI Jakarta yang menyumbang separuh lebih angka nasional orang yang terjangkit virus corona. 

Sebagaimana dilansir situs resmi Pemprov DKI, corona.jakarta.go.id, Jumat (20/03/2020) pukul 02:11 WIB, jumlah kasus Covid-19 di Jakarta terdapat 210 kasus positif dari total keseluruhan 585 kasus. Hasil pantauan memperlihatkan penyebaran Covid-19 terjadi pada 130 kelurahan di Jakarta dengan 19 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, terdapat 121 pasien dalam perawatan, 57 pasien dalam Self-isolated dan yang dinyatakan sembuh adalah 13 pasien. 

Sebelumnya, jumlah pasien positif Covid-19 secara nasional, ada 309 pasien yang positif, 25 pasien meninggal dan 15 pasien dinyatakan sembuh. Rasio kematian hingga 8% menjadikan Indonesia sebagai Negara dengan jumlah kematian tertinggi akibat pandemi Covid-19 di Asia Tenggara. Menanggapi hal tersebut, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) Cabang Jakarta Barat mengungkapkan bahwa, Pemerintah seharusnya dapat mengimbangi pemberitaan di media daring terkait pandemi Covid-19 dengan langkah taktis yaitu edukasi soal penanganan pandemi Covid-19 oleh masyarakat.

Ditemui di tempat terpisah, M Ulul Azmi, Ketua umum PMII Jakbar mengatakan, “Pemerintah harus bekerja taktis dalam mengimbangi pemberitaan dengan edukasi penanganan Covid-19, ini harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat bukan menyalahkan satu sama lain", Katanya. 

Beberapa waktu lalu, perang hastag terjadi di twitter terkait wabah Covid-19 akibat simpang siurnya pemerintah beserta stakeholder dalam menyampaikan statement kepada masyarakat. Dilansir dari berbagai media massa, Kapolda Sultra berbeda penyampaian dengan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM mengenai kedatangan 49 TKA dari Tiongkok akhirnya meminta maaf atas kekeliruannya dalam menyampaikan informasi. Kejadian tersebut mengakibatkan moral panic di masyarakat, jika dibiarkan dapat mengancam ketertiban masyarakat ditengah kondisi Negara yang sedang berusaha melawan pandemi dan melemahnya ekonomi.

Stanley Cohen dalam Folk Devils and Moral Panics, menunjukkan bahwa media massa adalah sumber utama pengetahuan masyarakat tentang penyimpangan dan masalah sosial. Ia juga mengatakan bahwa kepanikan moral memunculkan 'setan rakyat' dengan cara memberikan label bagi aksi dan orang. 

Azmi mengingatkan, jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan pandemi Covid-19 sebagai komoditas politik. Sudah saatnya semua pihak menjadi barrier di tengah kondisi masyarakat yang sedang tidak berdaya menghadapi wabah penyakit mematikan, "Folk devils tidak boleh dikasih tempat di situasi sekarang, pemerintah harus tegas menertibkan arus informasi agar masyarakat tidak gaduh". Ucapnya.

PMII Jakbar mendesak pemerintah harus pro aktif ber-kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya preventif mencegah secara masif pandemi Covid-19. Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri menghadapi situasi ini. "Mengajak elemen masyarakat, organisasi, perguruan tinggi untuk mengelola masyarakat mencegah corona adalah hal yang sangat rasional", Pungkas Azmi.