Di Jalanan Jakarta Pagi Ini

Di Jalanan Jakarta Pagi Ini

Masih pagi
dan orang-orang sudah memaki
dengan klakson kendaraan
: bahasa kebencian.

Kemacetan selalu membuatmu marah

Dan terlambat bekerja adalah petaka.

Di jalanan alangkah ramai
orang-orang berlalu lalang
membawa setumpuk kepedihan-kepedihan.

Aku tak percaya kepada orang-orang
yang merasa bahagia saat hari kerja tiba.
Hiburan dan liburan adalah sesuatu
yang selalu mereka inginkan.
Maka manusia membangun kafe,
tempat karaoke, taman rekreasi, mal
dan salon kecantikan.

Dari jendela mobil yang gelisah
tak ada yang tampak lebih indah
selain terik matahari yang sesekali sembunyi
di balik punggung penjaja koran
yang menawarkan berita-berita kepedihan.

2017

Penulis : Moh. Faiz Maulana, lahir di Lamongan, Jawa Timur, pada Jumat Wage. Pegiat di Komunitas Sastra Omah Aksoro Jakarta. Lelaki yang tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana Antropologi UI ini telah menerbitkan kumpulan puisinya: Payung Hitam (2014), Belajar Sepeda (2016). Saat ini beralamatkan maya di @faiz_mao