Berapa kali 01 diam saja legowo menerima perlakuan tidak adil selama kontestasi Pemira UNUSIA 2021?

Berapa kali 01 diam saja legowo menerima perlakuan tidak adil selama kontestasi Pemira UNUSIA 2021?

Pemilihan Umum Raya telah usai dilaksanakan dalam rangka mencari pimpinan baru tertinggi di Badan Eksekutif Mahasiswa UNUSIA. Hal akhir menunjukkan bahwa pasangan calon No.01 atas nama Khabib-Ari resmi menungguli pasangan calon No.02 atas nama Alawy-Bram dengan hasil voting 343 banding 319 suara melalui Berita acara KPUM UNUSIA pada tanggal 01 April 2021.

Akan tetapi, dalam perjalanan tersebut banyak sekali tantangan dan intrik yang ditujukan pada 01. Meskipun demikian suara dan keunggulan tetap berpihak pada Khabib dan Ari. Apa saja? Berikut ulasannya.

 

1. Pada 29 Maret 2021, KPUM sudah menetapkan bahwa voting akan berlangsung dari jam 07.00-19.00 WIB. Namun, menjelang berakhirnya batas waktu voting, secara sepihak KPUM menetapkan bahwa ada perpanjangan waktu hingga 30 menit karena ada beberapa alasan. Pertama ada pihak lain yang meminta dan alasan kedua karena halangan sistem.

 

2. Selama pemantauan Quick Count berlangsung, voting menunjukkan jika pasangan 01 unggul dengan raihan 374 suara. Sedangkan 02 meraih hasil 331 suara. Selama masa penghitungan dan verifikasi, pihak 01 meminta untuk tetap melaksanakan penghitungan sampai jeda dan atau paling tidak pending selama 1-2 jam saja. Diakibatkan karena desakan dari pihak lain, yang meminta waktu hingga 5 hari, pertarungan sengit terjadi. Sehingga diputuskanlah jika penghitungan akan dimulai 2 hari kemudian. Ketentuan mungkin saja bisa diterima, tapi pihak pemenangan 01 menilai bahwa ada indikasi yang kurang baik akan keputusan tersebut. Lagi-lagi tim 01 menerima dengan lapang.

 

3. Di hari H, tepatnya pada hari keputusan keberlanjutan penghitungan suara, 01 kembali diintrik dengan penurunan jumlah suara. Pihak lain mendesak jika suara yang terhitung angkatan 2016 ke atas tidak diperkenankan untuk mendapatkan hak suara. Padahal, jelas-jelas jika peraturan yang sudah diuji publik menyatakan jika hak suara berlaku untuk mahasiswa UNUSIA yang aktif dan belum melaksanakan seminar proposal. KPUM mengadakan voting untuk jalan keluar. Meskipun terkesan mengada-ada dan sudah jelas-jelas ada ketentuan hukum secara tertulis, hal tersebut tetap dilakukan. Lagi-lagi 01 merasa dirugikan dan tetap mengikuti prosesi.

 

Terlepas dari banyaknya intrik yang ditujukan kepada 01, hal tersebut tidak menyurutkan semangat tim pemenangan untuk memenangkan Khabib-Ari. Terbukti, jika intrik tidak akan berarti apa-apa jika jejak rekam perjalanan dan prestasi Khabib-Ari tidak bisa disangkal dan pada akhirnya memenangkan kontestasi. Semesta mendukung dengan berbagai cara dan doa para sesepuh, orangtua dan alim ulama.