Anak Muda NU: Habis Caci Maki Ulama NU, Enak Betul Hanya Minta Maaf!

Anak Muda NU: Habis Caci Maki Ulama NU, Enak Betul Hanya Minta Maaf!


JAKARTA - Pernyataan Dosen UIN Syarif Hidayatullah, Dr Zubair dalam perkuliahan Ilmu Kalam di Fakultas Adab & Humaniora, dengan menyebut bahwa Nahdlatul Ulama tidak akan maju karena menganut paham akidah Asyáriyah berbuntut panjang. Anak Muda NU tidak terima, jika dosen tersebut hanya sekedar meminta maaf.


“Apa yang disampaikan Pak Dosen Zubair tersebut bukanlah masalah sederhana yang bisa diselesaikan dengan minta maaf. Pernyataannya adalah tuduhan yang serius terhadap umat Islam yang menganut paham Asyáriyah, dalam hal ini ahlussunnah wal jamaah, warga Nahdlatul Ulama,” kata Anak Muda NU, Yunus Hasyim kepada media, Kamis, 4 November 2021.


Diketahui, dalam perkuliahan Ilmu Kalam yang diajarkan di Fakultas Adab & Humaniora, Dr Zubair mengatakan;
Asy'ariah itu membingungkan, sudah membingungkan tidak produktif, tidak progresif, tidak inovatif, tidak kreatif. Bikin orang bodoh dan bikin orang terbelakang, itulah Asy'ariyah. Makanya NU nggak maju-maju itu karena Asy'ariyah terlalu kuat. Muhammadiyah maju dia karena memang berkemajuan.
Ya kalian yang anggota NU pindah ke Muhammadiyah saja kalau mau maju. Muhammadiyah itu membangun rumah sakit banyak sekali, membangun universitas banyak sekali, tidak hanya dalam negeri, tapi luar negeri juga.

NU itu paling merasa NKRI, tetapi nggak ada dia bangun kampus di tengah-tengah orang Kristen. Muhammadiyah dia membangun universitas di Maluku, di Ambon, di NTT yang banyak Kristen bahkan di Papua banyak universitasnya, sekolah Muhammadiyah banyak sekali di Papua dari TK sampai perguruan tinggi. Yang paling NKRI itu kalau dari segi partisipasi bagi bangsa ya Muhammadiyah lebih maju
Menurut pria yang akrab disapa Gus Yunus ini, tudingan-tudingan dari pernyataan tersebut sama dengan mencela, menuding, mencaci maki ulama-ulama besar Asyáriyah, para guru ulama Nadhlatul Ulama. “Ini saja sama menunjuk, menuding, dan mencela ulama-ulama besar, para guru yang mengajarkan akidah ahlussunnah wal jamaah,” katanya.


Tokoh Anak Muda NU Tangerang Selatan,penggerak saung songo bambu apus ini mengakui mungkin ada saja yang sudah menyelesaikan masalah ini secara adat. Namun, menurutnya masalah krusial seperti ini tidak bisa diselesaikan seperti itu.
“Mengingat dalam beberapa klarifikasi, yang bersangkutan beralasan bahwa statemen ini untuk memicu semangat intelektual para mahasiswanya, merupakan alasan yang tidak tepat dan terkesan mengada-ada,” katanya.


Sebab itu, untuk menjaga marwah Prof Harun Nasution, pembaharu pemikiran Islam di Indonesia, Anak Muda NU meminta agar Rektor UIN Syarif Hidayatullah mengambil sikap tegas terhadap dosen tersebut. “’Demi menjaga standar kualitas ahlak dan keilmuan dosen-dosen UIN Syahid Jakarta, dan beliau (Zubair) tidak memenuhi standar tersebut,” katanya.