Alasan Wanita Bertahan dalam Hubungan yang Tidak Sehat

Alasan Wanita Bertahan dalam Hubungan yang Tidak Sehat
Nah, daripada berspekulasi sendiri, coba simak beberapa alasan yang sering diamini para wanita hingga akhirnya terus bertahan dalam hubungan yang tidak sehat.

Memiliki sebuah hubungan yang kurang atau bahkan tidak sehat pastilah sangat merugikan diri sendiri, karena walau terus bersama orang yang Anda sayangi, tetapi sebenarnya Anda sama sekali tidak merasa benar-benar bahagia dalam menjalani hubungan. Namun, tak jarang banyak wanita memilih terus bertahan dalam hubungan yang sering disebut sebagai toxic relationship ini.

Pilihan berpisah tidak semudah menuturkannya. Tetapi tidak ada hubungan yang dapat diharapkan untuk bertahan jika kita bahkan tidak dapat mendiskusikan masa depan dengan pasangan.

Untuk orang-orang yang sudah berulang kali gagal dalam hubungan asmara, pertanyaan kami akan selalu sama, “Apa tujuan Anda mencari kekasih?” “Apakah Anda sudah bisa menyayangi diri Anda sendiri?”

Mencari pasangan itu memang seperti membangun bisnis. Sangat mudah memulai, namun butuh usaha ekstra untuk bertahan. Akan tetapi, yang jadi pertanyaan adalah: Apakah Anda memulai bisnis / memulai hubungan dengan orang yang tepat?

Di sisi lain, sebagian besar orang pasti sering bertanya, apa alasan para wanita memilih tetap bertahan dalam toxic relationship yang dianggap merugikan diri sendiri dan membuang-buang waktu dengan orang yang salah. Nah, daripada berspekulasi sendiri, coba simak beberapa alasan yang sering diamini para wanita hingga akhirnya terus bertahan dalam hubungan yang tidak sehat.

Percaya Jika Suatu Hari Pasangannya akan Berubah

Mereka yang memiliki rasa percaya ini biasanya sudah menyadari jika hubungan yang dijalani tegolong tidak sehat. Sifat dan sikap pasangan lebih sering menyakiti daripada membuat bahagia. Namun di dalam hati, Anda berpikir jika sikap baik dan terus memberikan perhatian pada pasangan lambat laun akan membuat si dia berubah (ini juga yang jadi alasan banyak wanita menyukai tipikal pria bad boy).

Namun apakah benar si dia akan berubah, atau itu hanya cara Anda untuk membohongi diri sendiri? Jika sebenarnya hati kecil Anda ragu bila pasangan bisa berubah maka sudah seharusnya Anda memutuskan untuk keluar dari hubungan tak sehat ini. Rasa sayang yang besar memang sering jadi alasan utama para wanita tetap bertahan, tetapi perlu diketahui, rasa sayang harus datang dari dua belah pihak. Jika si dia belum bisa membuat Anda bahagia setidaknya jangan biarkan ia terus menyakiti Anda.

Dia Bersikap Buruk karena Sedang Mengalami Masa-masa Sulit

Menjalani masa-masa yang kurang baik dalam hidup terkadang membawa dampak perubahan dalam hidup seseorang, baik itu secara emosional maupun perubahan sifat. Mungkin pasangan Anda sedang mengalami masa-masa sulit, dan Anda yakin jika masa-masa tersebut berlalu maka pasangan akan bersikap baik. Namun, bagaimana jika perubahan sifatnya diiringi dengan tindakan kekerasan baik itu kekerasan verbal maupun fisik terhadap Anda?.Jika ia benar-benar mencintai Anda, seberat apapun masalah yang dihadapinya, ia tak akan pernah tega menyakiti orang yang dicintainya. Ia akan lebih memilih untuk menenangkan diri dengan meminta waktu untuk menyendiri sejenak, daripada meluapkan emosi pada Anda.

Masih Mencintai Pasangan

Banyak orang berkata jika cinta itu buta, terutama bagi wanita. Tak jarang wanita akan dengan mudah memaafkan kesalahan pasangannya walau sudah sering disakiti dengan alasan cinta. Namun coba berpikir kembali, apakah Anda lebih mencintai dirinya daripada mencintai diri Anda sendiri? Lagipula bukankah cinta itu seharusnya membuat Anda lebih banyak merasakan bahagia dan tertawa daripada menangis dan merasakan sakit hati?

Jika hari-hari Anda bersamanya hanya dipenuhi dengan drama yang berujung rasa sakit hati, itu bukanlah cinta sejati, ladies. Jika Anda berdua sama-sama saling mencintai sudah pasti Anda dan pasangan akan saling berusaha untuk bisa membuat satu sama lain tertawa dan bahagia. Cintailah diri sendiri terlebih dahulu, karena dengan mencintai diri sendiri,  Anda bisa belajar menghargai dan mencintai orang lain. Ingat self love bukanlah sifat egois melainkan sikap yang membuat Anda lebih bisa menghargai dan tahu apa yang terbaik bagi diri Anda.

Takut Kesepian

Selalu menghabiskan waktu bersama pasangan, bisa membuat seseorang merasa tergantung hingga akhirnya enggan beranjak dari hubungan yang tidak sehat. Karena jika harus berpisah, rasa takut merasakan kesepian akan jadi hal pertama yang dirasakan. Namun ada pepatah yang mengatakan “sendiri lebih baik dibandingkan menjadi seorang kekasih tapi tetap merasa kesepian”. Salah satu ciri dari hubungan tidak sehat adalah, walau secara fisik Anda kerap menghabiskan waktu bersama, tetapi dalam hati kecil Anda masih sering merasa kesepian, karena mungkin pasangan lebih suka sibuk dengan dunianya sendiri. Jadi bukan berarti memiliki pasangan membuat Anda tidak kesepian dan single membuat Anda kesepian. Daripada terus merasakan hati hampa saat bersama dia. Alangkah baiknya jika Anda melepaskannya dan memilih untuk mencari kebahagiaan lain di luar hidup bersamanya.

Memikirkan Perkataan Orang Lain

Tak jarang saat sudah merasa yakin untuk memutuskan hubungan dengan pasangan, akan ada orang-orang terdekat yang menyayangkan berakhirnya hubungan Anda berdua. Atau mungkin kedekatan Anda dan lingkungan pasangan membuat pikiran untuk mengakhiri hubungan hanya selalu jadi teori dan tak pernah terealisasikan. Menerima pendapat orang lain memang bukan hal yang salah, tetapi hal tersebut tidak harus menjadi keputusan mutlak. Karena Anda tetap jadi orang terakhir yang harus menentukan keputusan ini. Jika selama ini Anda bertahan dalam hubungan yang tidak sehat hanya karena khawatir perkataan orang lain, sudah waktunya untuk lebih berani bersikap dan jangan jadikan pendapat orang sebagai pengambilan keputusan akhir.

Penulis : Rizkya Rifda Hidayat (Mahasiswa Universitas Tarumanegara)