Al-Qur’an Dijual Demi Mendapatkan Simpati Manusia

Al-Qur’an Dijual Demi Mendapatkan Simpati Manusia

Siapapun yang datang untuk mengajukan pinangan, sekalipun dia adalah laki-laki yang kelihatannya sholih maka cobalah tanyakan dahulu orang-orang yang ada di dekatnya, teman, sahabat, kolega atau orang tua untuk benar-benar mengetahui dan menenangkan hati dalam memutuskan perkara yang besar dalam kehidupan.

Karena sungguh bukan penampilan yang yang menentukan, bukan pula postingan berupa nasehat-nasehat atau tutur kata seolah santun yang membahagiakan tapi pada kenyataan dalam kehidupan, menyakitkan.

Lihat, banyak cyber media sosial yang berkampanye hijrah menganggap dirinya yang paling beragama. Apalagi akhi dan ukhti yang beranda postingannya penuh dengan nasehat agama instastory-nya penuh dengan perkataan para ulama bila dilihat dari jauh imannya begitu mulus tak bernoda.

Cocok jadi imam bila ia pria, indah jadi makmum bila ia seorang wanita. Tapi sayang, ngajinya berantakan di dunia nyata, tajwidnya berserakan dan tak mau diperbaiki olehnya. Kalau lihat di kontak whatshapp-nya seperti asrama putri.

Label Hijrah dan  ayat  Al-Qur’an dijual demi mendapatkan simpati manusia. Namun sayangnya kita kerap kali tertipu pada penampilan dan pada gelar-gelar yang sebenarnya masih butuh pembuktian.

Siapa pun laki-laki yang datang untuk memintamu menjadi sahabat dalam kehidupannya dan teman perjalanan yang akan bersama sampai surga. Lihat lah kembali dalam hubungan seperti apa yang ia jadikan untuk mengenalmu, bila hubungan tanpa komitmen tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan nya bukan.

Untuk laki-laki yang ingin datang ke rumah seorang gadis yang dicintai dan yang didoakan. Luruskan niatmu akhi, jangan salah tempat. Wanita yang kau datangi adalah putri ayahnya bagian dari keluarga besar yang menaunginya bukan tempat uji coba apalagi untuk melampiaskan syahwat atas nama agama.

Penulis : Irgi Nur Fadil